HOME » BERITA » JANGAN SEMBARANGAN, PERTIMBANGKAN 6 HAL INI DULU SEBELUM BELI MOBIL BARU DI MASA SAAT INI

Jangan Sembarangan, Pertimbangkan 6 Hal Ini Dulu Sebelum Beli Mobil Baru di Masa Saat Ini

Membeli mobil baru di saat ketidakpastian ekonomi akibat pandemi sangat berisiko. Bukan cuma kredit, pembelian tunai pun juga punya kekurangan saat pandemi.

Selasa, 06 Oktober 2020 11:15 Editor : Nazarudin Ray
Jangan Sembarangan, Pertimbangkan 6 Hal Ini Dulu Sebelum Beli Mobil Baru di Masa Saat Ini
Ilustrasi calon konsumen mobil baru (Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Pandemi COVID-19 memberikan pukulan telak pada penjualan mobil nasional. Tahun ini diperkirakan penjualan mobil sulit menembus angka 600 ribu unit.

Dampak dari penurunan penjualan ini adalah maraknya diskon-diskon yang disediakan oleh para Agen Pemegang Merek (APM). Media massa pun cukup aktif memberitakan seputar diskon yang diberikan para dealer mobil.

Selain itu ada agen pemegang merek yang melakukan promosi atau festival penjualan virtual untuk menjaring calon pembeli.

Dengan banyaknya promosi dan diskon yang menggiurkan, apakah tepat membeli mobil baru di masa pandemi? Menurut Dila Karinta, Head of Public Relations Lifepal Technologies Indonesia (Lifepal), sedikitnya ada 6 hal yang harus diperhatikan ketika berniat membeli mobil di masa pandemi.

1 dari 6 Halaman

1. Ketahui mobil memang dibutuhkan

Mobil merupkan sebuah aset. Harganya tidak murah namun mobil nilainya terus menyusut seiring dengan berjalannya waktu. Sebelum memutuskan membeli, pikirkan kembali apakah saat ini sedang butuh mobil atau hanya ingin memiliki atau menggantinya karena sudah bosan.

Misalnya, seseorang membutuhkan mobil untuk kepentingan bisnisnya dalam mengangkut barang, serta melihat peluang kerja sampingan yang menguntungkan dengan menjadi driver taksi online. Alasan ini bisa menjadi justifikasi baginya untuk membeli mobil saat ini.

Atau seseorang bisa saja harus membeli mobil baru, lantaran mobil yang saat ini digunakan untuk operasional sehari-hari sudah lebih dari lima tahun usianya. Pergantian suku cadang tentu akan sering dilakukan, dan harga jual mobilnya pun bakal mengalami penurunan drastis.

Jika dia tidak segera menjual mobilnya saat ini dan membeli yang baru, maka harga mobilnya makin terdepresiasi. Dia pun harus merogoh kocek lebih dalam lagi untuk membeli mobil baru.

"Kedua alasan ini mungkin bisa menjadi justifikasi bagi seseorang untuk membeli mobil baru. Oleh karena itu pertimbangkanlah dahulu dan tanyakan kepada diri sendiri, apakah kita memang membutuhkannya untuk saat ini? Jika jawabannya ya, tanyakan kembali ke diri Anda, apakah kebutuhan pokok lain sudah terpenuhi?," ujar Dila.

 

2 dari 6 Halaman

2. Jangan beli mobil jika tak punya dana darurat

Membeli sesuatu yang harganya tidak murah seperti kendaraan baru di masa pandemi sangat berisiko tinggi, terutama jika dilakukan secara kredit. Dila mengingatkan bahwa pandemi COVID-19 telah menciptakan ketidakpastian ekonomi bagi segala sektor industri, termasuk bagi perusahaan tempat kita bekerja.

"Kita pun bisa saja menjadi korban dari pandemi ini. Sektor pekerjaan atau usaha kita bisa saja terkena dampak yang menyebabkan berkurang atau hilangnya pekerjaan kita," katanya mengingatkan.

Oleh karena itu, sebelum membeli mobil, pastikan bahwa Anda sudah menyediakan dana darurat minimal enam kali pengeluaran bulanan Anda. Dana darurat akan sangat berguna untuk menanggung biaya hidup jika pendapatan terhenti. Sudah cukupkah dana darurat Anda saat ini?

3 dari 6 Halaman

3. Kekurangan membeli mobil tunai

Secara hitung-hitungan, membeli mobil secara tunai akan lebih murah daripada kredit. Hal itu disebabkan karena tidak adanya beban bunga lewat pembelian tunai.

Namun di sisi lain, pembelian tunai bisa berakibat pada kekurangan likuiditas (aset lancar). Jumlah tabungan, atau kas maupun setara kas yang ideal adalah 15 - 20 persen dari kekayaan bersih. Sedangkan nilai kekayaan bersih didapat dari hasil pengurangan total aset dan utang.

"Jika aset lancar kurang dari 15 persen tentunya membuat kita kekurangan kas. Oleh karena itu, pembelian mobil secara kredit mungkin bisa jadi solusi," imbuhnya.

 

4 dari 6 Halaman

4. Jangan asal mengajukan kredit

Jika tidak memungkinkan untuk membeli tunai, maka kredit mungkin jadi jalan keluar. Hanya saja yang perlu diingat, membeli secara kredit sama artinya kita akan berutang untuk membeli mobil tersebut.

Menurut Dila, ada dua kelebihan membeli mobil secara kredit. Pertama, tentunya bisa menghindari masalah kekurangan kas, dan yang kedua adalah mendapatkan asuransi mobil dari pihak pemberi kredit.

"Perlu diingat, bahwa kredit adalah utang. Wajib bagi Anda untuk mengetahui nilai rasio utang berbanding aset atau debt to asset ratio dengan cara membagi total utang Anda dan total aset," ungkapnya.

Besaran nilai utang yang ideal adalah tidak lebih dari 50 persen total aset. Sementara itu, perlu mengetahui juga nilai debt service ratio atau rasio kemampuan pelunasan utang dengan membagi cicilan utang dan besaran pemasukan bulanan kita.

"Jika nilainya di atas 35 persen maka cicilan utang kita sudah terlalu besar," tukasnya.

 

5 dari 6 Halaman

5. Bersiap-siap mengeluarkan biaya lain

Perlu diketahui, memiliki mobil juga berbanding lurus dengan pengeluaran biaya. Artinya Anda harus siap dengan pengeluaran ekstra. Risiko-risiko kepemilikan mobil seperti ban kempes di jalan, habisnya masa pakai aki mobil atau suku cadang lain yang umumnya tidak akan dicover oleh asuransi. Belum lagi, adanya pajak tahunan yang wajib Anda bayar.

Karena itu pastikan pengeluaran-pengeluaran Anda untuk kepemilikan kendaraan tidak akan mengganggu arus kas pengeluaran bulanan dan tahunan Anda. Jangan biarkan arus kas bersih Anda minus karena pengeluaran-pengeluaran ini.

 

6 dari 6 Halaman

6. Asuransi mobil tetap jalan

Seperti dijelaskan di atas bahwa mobil adalah aset yang tidak murah. Kehilangan mobil karena tindakan pencurian atau kerusakan parah akibat kecelakaan tentu menjadi risiko finansial yang tidak ringan.

"Itulah sebabnya, pemilik mobil seharusnya memiliki asuransi mobil. Karena hanya asuransi mobil-lah yang bisa memberikan ganti rugi terhadap hilangnya mobil karena pencurian atau kerusakan," katanya.

Fasilitas berupa asuransi mobil tentu akan didapat ketika kita membeli mobil dengan sistem cicilan. Namun dia menyarakan ada baiknya untuk terus melanjutkan program tersebut mengingat risiko-risiko rusak atau hilangnya mobil masih tetap ada.

"Pada intinya, membeli mobil saat ini boleh-boleh saja, tapi pastikan bahwa hal itu menjadi kebutuhan Anda," tutupnya.

BERI KOMENTAR