HOME » BERITA » 7 MEREK KENA PPNBM NOL PERSEN, KEMENPERIN BIDIK TARGET 1 JUTA UNIT

7 Merek Kena PPnBM Nol Persen, Kemenperin Bidik Target 1 Juta Unit

Kemenperin menyatakan ada 21 mobil dari 7 merek yang terkena PPnBM nol persen. Dengan PPnBM nol persen, Kemenperin membidik target 1 juta unit.

Selasa, 02 Maret 2021 08:15 Editor : Nazarudin Ray
7 Merek Kena PPnBM Nol Persen, Kemenperin Bidik Target 1 Juta Unit
Xpander Cross ikut terdampak PPnBM nol persen (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Kementerian Perindustrian RI memastikan ada 21 kendaraan yang terdampak implementasi tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP).

Berdasarkan Kepmenperin 169/2021, 21 kendaraan yang mendapat relaksasi pajak nol persen tersebut terdiri dari 7 merek. Ketujuh merek tersebut adalah Toyota, Daihatsu, Mitsubishi, Suzuki, Honda, Nissan, dan satu lagi brand asal Tiongkok.

Sebagaimana disebutkan dalam Kepmenperin 169/2021, ke-21 mobil yang mengalami penyesuaian PPnBM nol persen tersebut adalah Toyota Yaris, Toyota Vios, Toyota Sienta, Toyota Avanza, Toyota Rush, Toyota Raize, Daihatsu Xenia, Daihatsu Grand Max Minibus, Daihatsu Luxio, Daihatsu Terios, dan Daihatsu Rocky.

Mobil lainnya Mitsubishi Xpander, Mitsubishi Xpander Cross, Nissan Livina, Honda Brio RS, Honda Mobilio, Honda BRV, Honda HRV, Suzuki New Ertiga, Suzuki XL7, dan Wuling Confero.

"Kepmen ini untuk menetapkan kendaraan bermotor yang dapat menerima fasilitas PPnBM yang ditanggung pemerintah berdasarkan PMK Nomor 20 tahun 2021," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Senin (1/3).

1 dari 3 Halaman

SUV Suzuki XL7 ikut turun harga

Menurut Agus, kendaraan bermotor yang bisa menikmati insentif PPnBM DTP harus memenuhi kandungan komponen buatan lokal.

?Harus memenuhi persyaratan pembelian lokal (local purchase) yang meliputi pemenuhan jumlah penggunaan komponen yang berasal dari hasil produksi dalam negeri yang dimanfaatkan dalam kegiatan produksi kendaraan bermotor paling sedikit 70 persen,? paparnya.

Kepmenperin 169/2021 ini juga menyebutkan, terdapat 115 jenis komponen yang bisa masuk dalam perhitungan kandungan lokal. Selain itu, total ada 21 tipe mobil yang bisa memanfaatkan diskon PPnBM sesuai beleid yang diundangkan pada 26 Februari 2021 tersebut.

Varian kendaraan tersebut meliputi dari enam perusahaan, yakni PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PT Astra Daihatsu Motor, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia, PT Honda Prospect Motor, PT Suzuki Motor Indonesia, dan PT SGMW Motor Indonesia.

2 dari 3 Halaman

Pembelian lokal

?Dalam Kepmen, disebutkan bahwa perusahaan industri wajib menyampaikan rencana pembelian lokal (local purchase) dan surat pernyataan pemanfaatan hasil pembelian lokal (local purchase) dalam kegiatan produksi,? tutur Menperin.

Selain itu perusahaan juga wajib menyampaikan faktur pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, laporan realisasi PPnBM DTP, dan kinerja penjualan triwulan.

?Pelaksanaan pengawasan dan evaluasi dapat dilakukan dengan bekerja sama dengan instansi pemerintah di bidang perpajakan dan/atau melibatkan lembaga verifikasi independen,? imbuhnya.

3 dari 3 Halaman

Bagi perusahaan yang tidak melaksanakan pembelian lokal, Kemenperin mengusulkan pengenaan sanksi administratif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan penghapusan sebagai kendaraan bermotor penerima fasilitas PPnBM DTP.

Menperin optimistis, stimulus tersebut akan menurunkan harga kendaraan bermotor produksi dalam negeri sehingga lebih terjangkau di masyarakat, meningkatkan daya saing terhadap kendaraan impor, serta dapat meningkatkan kinerja produksi kendaraan bermotor roda empat atau lebih menjadi di atas 1 juta unit pada tahun 2021 atau sama dengan kinerja produksi tahun 2019.

?Hal ini tentunya akan mampu memberikan dampak signifikan terhadap kinerja industri bahan baku dan komponen dalam negeri terutama industri kecil menengah (IKM) sehingga mereka dapat bertahanmenjalankan usahanya di tengah tekanan pandemi Covid-19 yang pada akhirnya akan mendukung pemulihan ekonomi nasional di tahun 2021,? pungkasnya.

BERI KOMENTAR