HOME » BERITA » 8 FAKTA BOGOR KOTA SEJUTA ANGKOT, 635 UNIT AKAN DIMUSNAHKAN

8 Fakta Bogor Kota Sejuta Angkot, 635 Unit Akan Dimusnahkan

Jumlah angkot di kota ini akan segera berkurang menyusul kebijakan dari Pemkot Bogor

Selasa, 03 Maret 2020 17:15 Editor : Ahmad Muzaki
8 Fakta Bogor Kota Sejuta Angkot, 635 Unit Akan Dimusnahkan
Angkot bogor (merdeka.com/septian tri kusuma)

OTOSIA.COM - Saking banyaknya angkot di jalanan kota bogor, angkutan murah ini sangat mudah ditemui. Sampai-sampai daerah ini selain miliki julukan kota hujan juga sandang julukan kota sejuta angkot.

Namun jumlah angkot di kota ini akan segera berkurang karena Pemkot Bogor telah mengeluarkan kebijakan dan akan mulai melaksanakan pemusnahan sekitar 635 angkot di tahun ini.

Melalui kebijakan tersebut, Wali Kota Bogor, Bima Arya ingin melakukan tindakan 2:1 kepada ribuan angkot yang sudah melewati batas usia yang diperbolehkan untuk operasional yakni 20 tahun atau lebih. Nantinya dua angkot tua akan diganti dengan 1 angkot baru.

1 dari 8 Halaman

Jumlah Angkot di Bogor

Menurut data dari Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor, saat ini jumlah angkot di Bogor yang resmi tercatat adalah 3.412 kendaraan dengan rute keberangkatan sebanyak 23 trayek yang mengelilingi Kota Bogor dan sekitarnya.

2 dari 8 Halaman

Berangkat dari Keluh Kesah Para Sopir Angkot

Bima Arya menjelaskan bahwa upaya pemusnahan angkot tersebut berawal dari keluh kesah para supir angkot. Ketika Ia naik angkot dan berbincang-bincang dengan para supir jawabannya selalu sama, yaitu turunnya pendapatan akibat banyaknya saingan dari para angkot di Bogor.

"Kalau saya ngobrol dengan sejumlah pengemudi angkot, jawabannya selalu sama. Katanya dibanding sebelumnya, sekarang turun jauh pemasukan. Kenapa? Karena saingannya banyak, angkotnya banyak, ditambah lagi ada ojol yang juga menjadi saingan sekarang. Sementara di sisi lain, kondisi mobil sudah tidak layak, bahkan usianya ada yang diatas 20-30 tahun. Sehingga kondisi mobil juga tidak prima lagi," ujar Bima Arya.

3 dari 8 Halaman

Memusnahakan Sebanyak 635 Angkot

Program pemusnahan angkot tersebut rencananya akan dilakukan secara berkala oleh Bima Arya dengan memusnahkan sekitar 635 angkot yang berusia diatas 20 tahun. Ia menjelaskan bahwa saat ini ada sekitar 1.270 unit angkot tua yang berkeliaran di Jalur Sistem Satu Arah (SSA) atau mengitari Kebun Raya Bogor.

"Berdasarkan data, ada sekitar 1.270 angkot di pusat kota dan banyak yang usianya di atas 20 tahun dan setengahnya akan dihancurkan dan diganti dengan angkot baru," kata Bima saat pemusnahan angkot di Plaza Balai Kota Bogor, Minggu (01/3).

4 dari 8 Halaman

Program Penataan Transportasi

Menurut Bima, Program tersebut merupakan upaya penataan transportasi di Kota Bogor yang kian semrawut dan macet dengan banyaknya angkot yang lalu lalang dan sudah tidak laik jalan namun masih tetap beroperasi sehingga membahayakan penumpang maupun pengguna jalan lain.

5 dari 8 Halaman

Dilaksanakan Secara Berkala

Menurut Kadishub Kota Bogor Eko Prabowo, program tersebut akan dijalankan secara berkala dimulai dari persetujuan para pemilik angkot yang saat ini telah terkumpul sebanyak 69 angkot yang bersedia mengikuti program ini.

"Hingga hari ini, kendaraan yang mengikuti program ini sebanyak 69 angkot, 10 unit diantaranya dilakukan scraping di Balaikota hari ini oleh Bapak Wali Kota Bogor. Targetnya sampai akhir 2020, jumlah angkot akan berkurang sebanyak 635 unit, tutur Eko.

6 dari 8 Halaman

Berpatokan Pada Perda

Eko pun menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga didasari pada perda dan surat edaran dari Wali Kota Bogor. Program reduksi konversi angkutan ini berpedoman pada Perda Nomor 10 Tahun 2019, Surat Edaran Wali Kota dan Surat Edaran Kadishub.

7 dari 8 Halaman

Pematangan Rencana Moda Transportasi Baru

Bogor berencana memiliki moda transportasi baru yaitu Trem yang merupakan hibah dari Pemerintah Belanda. Wacana yang telah digulirkan oleh Pemkot Bogor tersebut rencananya akan segera direalisasikan.

"Nantinya di pusat kota tidak ada lagi kemacetan, di pusat kota ini nantinya akan menjadi bus dan trem dan angkot hanya menjadi feeder (kendaraan penumpang) saja," kata Bima.

8 dari 8 Halaman

Menjadi Heritage City

24 set trem yang diterima dari pemerintah Belanda nantinya juga akan mematangkan konsep Heritage City yang selama ini identik dengan Kota Bogor. Bima menjelaskan bahwa transportasi jenis trem harus mendukung penguatan konsep Heritage City.

"Diharapkan Trem ini bisa jadi konsep transportasi yang mendukung kebijakan Herigae City yang telah lama di gaungkan oleh Pemkot Bogor, tidak akan keluar dari konsep yang melekat pada Kota Bogor tersebut. Tentunya harus sesuai dengan Heritage City. Nggak bisa keluar dari konsep itu," pungkas Bima.

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR