HOME » BERITA » 8 PINTU MASUK TUJUAN JAWA TIMUR DISEKAT UNTUK MEMBENDUNG ARUS MUDIK

8 Pintu Masuk Tujuan Jawa Timur Disekat untuk Membendung Arus Mudik

Delapan titik tersebut terdiri dari perbatasan Tuban, Bojonegoro-Cepu, Ngawi-Mantingan-Sragen jalur biasa, Ngawi-Mantingan-Sragen...

Minggu, 26 April 2020 15:15 Editor : Nurrohman Sidiq
8 Pintu Masuk Tujuan Jawa Timur Disekat untuk Membendung Arus Mudik
Penyekatan jalur masuk Jawa Timur (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Guna menekan ledakan arus mudik menu Jawa Timur di tengah pandemi Corona (COVID-19), petugas menyekat delapan titik pintu masuk. Hal itu dilakukan untuk mencegah kendaraan dari Jabodetabek yang merupakan episentrum penyebaran virus COVID-19.

"Penyekatan juga bagian dari larangan mudik yang berlaku 24 April 2020 hingga 31 Mei 2020," ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Sabtu (25/4/2020) kepada Liputan6.com.

1 dari 2 Halaman

Delapan titik tersebut terdiri dari perbatasan Tuban, Bojonegoro-Cepu, Ngawi-Mantingan-Sragen jalur biasa, Ngawi-Mantingan-Sragen jalur tol, Magetan-Larangan, Ponorogo-Wonogiri, Pacitan-Wonogiri, dan Pelabuhan Ketapang-Banyuwangi.

Check point lainnya juga berada di Terminal Bus Kertonegoro, Ngawi serta Terminal Bus Kembang Putih, Tuban.

Menurut dia, pengecekan dilakukan mulai dari dokumen perjalanan, penggunaan masker, physical distancing, dan pemeriksaan suhu tubuh.

Gubernur Khofifah mengungkapkan, data hingga hari Kamis (23/4) tercatat sekitar 374.430 orang yang terkonfirmasi mudik, baik melalui transportasi kapal, kereta api, kendaraan roda empat, bus AKAP, serta transportasi udara.

"Mereka harus melewati proses screening berlapis dan ketat. Jika sudah berlaku efektif maka tidak ada yang bisa lolos karena semua pintu telah dijaga," ucapnya dilansir Antara.

 

2 dari 2 Halaman

Terkait sanksi tegas bagi mereka yang melanggar, Khofifah menuturkan akan mulai efektif per 7 Mei 2020 sehingga saat ini para pemudik yang melanggar diminta untuk memutar dan kembali ke daerah asal perjalanan.

"Sanksi akan mengikuti UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan. Tetapi saya berharap tidak ada yang melanggar sehingga sanksi tidak perlu dijatuhkan," katanya.

Orang nomor satu di Pemprov Jatim itu juga menyampaikan telah berkoordinasi bersama para gubernur di Pulau Jawa, Lampung maupun Bali terkait masalah mudik.

Sementara itu, bagi para perantau di Jatim yang memiliki KTP non Jatim yang terdampak COVID-19, diharapkan dapat mengunjungi platform Radar Bansos.

"Termasuk bagi 260.000 warga Jatim terdampak COVID-19 yang ada di Jabodetabek yang belum mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial," katanya.

BERI KOMENTAR