HOME » BERITA » 8 POTRET JADUL TERMINAL LAPANGAN BANTENG JAKARTA, SAKSI BISU TRANSPORTASI IBUKOTA

8 Potret Jadul Terminal Lapangan Banteng Jakarta, Saksi Bisu Transportasi Ibukota

Mengenang masa lalu, ini sederet potret jadul terminal Lapangan Banteng Jakarta

Senin, 31 Agustus 2020 17:15 Editor : Ahmad Muzaki
8 Potret Jadul Terminal Lapangan Banteng Jakarta, Saksi Bisu Transportasi Ibukota
Bus di terminal Lapangan Banteng (Facebook/Mbah Rosho)

OTOSIA.COM - Transportasi di Jakarta memang belum bisa lepas dari kemacetan. Berjubelnya kendaraan di sana selalu terlihat saat jam-jam sibuk. Padahal beragam kebijakan sudah ditetapkan untuk bisa mengatasi permasalahan itu.

Meskipun permasalah pelik masih ada, Jakarta pun tetap memiliki sejarah transportasi yang tak bisa dilupakan. Tidak hanya kendaraan yang membanjiri ibukota, tetapi juga terminal.

Ada beberapa terminal legendaris di Jakarta, salah satunya adalah Lapangan Banteng. Namun tempat ini sudah tidak ada sejak tahun 1981 lalu. Kini terminal Lapangan Banteng telah dijadikan taman kota.

Walaupun telah tiada, tentu banyak sejarah yang terlukis di terminal tersebut. Sederet potret jadul pun banyak tersebar di media sosial. Nah, berikut ini 8 potret terminal Lapangan Banteng Jakarta yang dihimpun dari berbagai sumber.

1 dari 8 Halaman

1. Terminal Lapangan Banteng berlatar belakang Hotel Borobudur

Facebook/Mbah Rosho

2 dari 8 Halaman

2. Para penumpang sedang naik bus dan seorang pria sedang menata bawang bawaan

Facebook/Mbah Rosho

3 dari 8 Halaman

3. Keramaian terminal Lapangan Banteng di tahun 1971

Facebook/Mbah Rosho

4 dari 8 Halaman

4. Bus yang telah keluar dari area terminal

Facebook/Mbah Rosho

5 dari 8 Halaman

5. Bus yang sudah dipenuhi penumpang dan siap berangkat

Facebook/Mbah Rosho

6 dari 8 Halaman

6. Kondisi terminal Lapangan Banteng dan Pulogadung

Facebook/Mbah Rosho

7 dari 8 Halaman

7. Para penumpang hilir mudik di area terminal

Facebook/Mbah Rosho

8 dari 8 Halaman

8. Sederet bus yang hendak meninggalkan terminal

Facebook/foto jadul

BERI KOMENTAR