HOME » BERITA » ADA-ADA SAJA, ANGGOTA PARLEMEN USULKAN HELM JUGA PERLU DIREGISTRASI SEBAGAI SYARAT DAPAT SIM

Ada-Ada Saja, Anggota Parlemen Usulkan Helm Juga Perlu Diregistrasi sebagai Syarat Dapat SIM

Seorang anggota parlemen di Filipina mengusulkan aturan registrasi helm, sebelum meregistrasi atau memperpanjang izin sepeda motor. Registrasi helm itu juga dipakai menjadi syarat mendapatkan SIM.

Sabtu, 20 Februari 2021 13:15 Editor : Dini Arining Tyas
Ada-Ada Saja, Anggota Parlemen Usulkan Helm Juga Perlu Diregistrasi sebagai Syarat Dapat SIM
Pengendara sepeda motor di Filipina (Manila Bulletin)

OTOSIA.COM - Helm menjadi satu riding gear wajib dipakai saat mengendarai sepeda motor di jalan raya. Perlengkapan ini memiliki fungsi untuk melindungi bagian kepala saat terjadi benturan.

Di Indonesia, helm yang beredar di pasaran dan dipakai oleh pengendara harus bersertifikat minimal SNI (Standar Nasional Indonesia). Itu berarti helm tersebut sudah teruji bahwa cukup untuk melindungi kepala.

Menariknya, baru-baru ini seorang anggota parlemen mengusulkan tentang registrasi helm. Tapi tak perlu cemas, itu bukan terjadi di Indonesia melainkan di Filipina.

1 dari 2 Halaman

Dilansir dari Rideapart, anggota parlemen bernama Eric Olivarez mengusulkan helm wajib diregistrasi sebelum seseorang memperoleh dan memperbarui izin dan/atau mendaftarkan motornya ke Dinar Perhubungan Darat atau LTO.

(c) Rideapart

Olivarez yang merupakan anggota kongres di Kota Pranaque mengajukan House Bill 5136, yang memerintahkans emu apemilik sepeda motor dan pengendara untuk mendaftarkan helm mereka ke Kantor Transportasi Darat, sebagai prasyarat mendapatkan SIM.

Undang-Undang yang diusulkan tersebut menyatakan bahwa setidaknya satu helm per sepeda motor yang dimiliki atau dikendarai harus didaftarkan ke LTO. Usul ini rupanya tak terlalu digubris oleh komunitas pengendara sepeda motor.

Apalagi di tengah semakin banyaknya pungutan dan persyaratan yang dibebankan kepada pengendara sepeda motor dan pandemi COVID-19. Olivarez punlantas dianggap tidak pengertian terhadap publik

2 dari 2 Halaman

Alasan Aturan Diusulkan

Banyak orang kemudian yang turun untuk melakukan protes atas usulan terebut. Upaya itu membuahkan hasil. RUU tersebut kemudian ditangguhkan.

Hal itu diketahui dari nggahan Olivarez melalui akun Facebook. "Saya meminta sekretaris komite untuk menunda Undang-Undang yang diusulkan ini," katanya menggunakan bahasa Filipina.

Belakangan diketahui mengapa Olivares mengusulkan hal tersebut. Aturan itu ditujukan untuk mengurangi ancaman kejahatan jalanan.

Aturan ini disebut sama kontroversialnya ketika aturan penggunaan pelat nomor besar di depan dan belakang kendaraan diusulkan. Tujuannya pun sama untuk menekan angka kejahatan jalanan.

BERI KOMENTAR