HOME » BERITA » ADA LAMBORGHINI HURACAN DISEWAKAN, HARGANYA RP180 JUTA PER JAM?

Ada Lamborghini Huracan Disewakan, Harganya Rp180 Juta per Jam?

Tarif sewa yang dipatok sebenarnya tak terlalu mahal, US$1600 atau Rp23,3 jutaan, cukup wajar untuk sebuah sportcar selama dua hari.

Kamis, 16 Agustus 2018 12:45 Editor : Cornelius Candra
ilustrasi: Motortrend.com

OTOSIA.COM - Seorang turis asal Inggris dikabarkan menyewa satu unit Lamborghini Huracan di Dubai. Mengutip dari Carscoops.com, mobil itu disewa dari Saeed Ali Rent Car selama dua hari.

Syarat yang diberikan cukup sederhana, mengisi formulir yang telah disiapkan dan meninggalkan paspor sebagai jaminannya. Tarif sewa yang dipatok sebenarnya tak terlalu mahal, US$1600 atau Rp23,3 jutaan, cukup wajar untuk sebuah sportcar selama dua hari (Kurs US$1 = Rp14.565).

Namun, penyewa berusia 25 tahun tersebut diharuskan membayar denda sebesar US$47.000 yang setara dengan Rp686 jutaan. Hal itu disebabkan oleh biaya tilang sebesar US$20.900 (Rp305 jutaan) dan jaminan tambahan sebesar US$27.000 (Rp385 jutaan) seandainya mobil tersebut disita oleh kepolisian setempat.

Ya, si penyewa terhitung melakukan 33 pelanggaran selama mengendarai lamborghini Huracan tersebut. Pria itu terpantau melaju di Sheikh Zayed Road dengan kecepatan antara 128 km/jam hingga 230 km/jam dan menghasilkan 32 catatan tilang. Satu lagi terjadi di Garn Al Sabhka Road.

Aksi ugal-ugalan tersebut terjadi hanya dalam jangka waktu tak samapai empat jam, dari 02.31 hingga 06.26 waktu setempat. Dengan kata lain, harga sewa mobil tersebut selama empat jam saja mencapai US$49.500, sekitar Rp722 jutaan atau Rp180 jutaan per jam.

Tak mengejutkan, penyewa tersebut menolak untuk membayar denda yang ditetapkan. Padahal, pihak rental masih menyimpan paspornya sebagai jaminan. Pihak dealer meminta kepada jasa travel untuk menangguhkan turis tersebut, namun ditolak.

"Mobil itu masih bersamanya (penyewa), terparkir di hotelnya. Saya tidak akan memintanya kembali, karena, kalau saya melakukan itu, saya tahu mobil itu harus diserahkan ke polisi," ujar Faris Iqbal, pihak rental mobil.

Ia pun menyatakan bahwa denda tersebut harus dibayar oleh si penyewa. Pasalnya, hukuman itu muncul lantaran aksi kebut-kebutan yang dilakukan oleh kliennya.

(kpl/crn)

BERI KOMENTAR