HOME » BERITA » AGAR TAK TERTIPU, BEGINI CARA PERIKSA ODOMETER MOBIL BEKAS

Agar Tak Tertipu, Begini Cara Periksa Odometer Mobil Bekas

Perlu kejelian yang ekstra untuk memeriksa semua bagian ketika membeli mobil bekas. Salah satunya memeriksa secara cermat pada bagian odometer.

Senin, 12 Juli 2021 21:15 Editor : Dini Arining Tyas
Agar Tak Tertipu, Begini Cara Periksa Odometer Mobil Bekas
Ilustrasi odometer analog (Cartoq)

OTOSIA.COM - Mobil bekas bisa menjadi pilihan jika budget membeli mobil tak mencukupi. Namun, membeli mobil bekas perlu kejelian yang lebih ekstra.

Pasalnya, bisa saja penjual mobil bekas melakukan hal yang nakal. Contohnya, memanipulasi odometer agar mobil terlihat baru dipakai hanya beberapa kilometer saja.

Bukan rahasia lagi kalau odometer rendah, bisa menaikkan harga jual mobil bekas. Maka praktik manipulasi odometer mobil bekas ini bukanlah hal yang baru.

1 dari 3 Halaman

Bagi mereka yang sudah terbiasa, memanipulasi odometer mudah saja. Terlebih jika odometer mobil tua yang masih menggunakan sistem analog.

Agar tak tertipu, jika mobil bekas menggunakan odometer analog, maka begini cara mengenalinya, seperti dikutip dari Cartoq. Perhatkan baik-baik posisi angka pada odometer.

Bisa jadi posisi angka ada odometr tidak sejajar dengna benar. Cara lain adalah dengan memperhatikan odometer ketika akan melewati tanda 10.000 kilometer berikutnya. Digit angka biasanya tidak sejajar dengan benar.

2 dari 3 Halaman

Odometer Digital

Meski mobil sudah menggunakan odometer digital, oknum penjual nakal juga masih bisa mengenalinya meskipun sangat sulit. Untuk mendeteksi apakah termanipulasi juga cukup sulit, namun bukan tidak mungkin.

Tidak ada tanda-tanda fisik yang bisa jadi acuan. Namun, konsumen bisa memeriksa catatan layanan secara menyeluruh.

Misalnya, banyak orang melepaskan kabel odometer dan berkeliling tanpa kabel yang terpasang sehingga odometer tidak berfungsi. Maka perhatikan catatan berkalanya.

3 dari 3 Halaman

Jika sebuah mobil sudah berjalan 10.000 kilometer di tahun pertama, tapi di tahun kedua hanya 3.000 kilometer, maka ada yang salah pada mobl tersebut.

Selain itu, konsumen juga bisa melihat dari keausan di dalam kabin. Contohnya pada setir mobil, pedal rem, kenop gigi dan bagian-bagian yang biasanya terabaikan.

BERI KOMENTAR