HOME » BERITA » AKAN ADA 180 CHARGING STATION DI INDONESIA PAKAI STANDAR JEPANG

Akan Ada 180 Charging Station di Indonesia Pakai Standar Jepang

PT Len Industri menggandeng PT PLN dan PT Pertamina untuk membangun station charging.

Rabu, 04 Desember 2019 09:15 Editor : Dini Arining Tyas
Akan Ada 180 Charging Station di Indonesia Pakai Standar Jepang
Mobil listrik (merdeka.com)

OTOSIA.COM - PR besar Indonesia untuk era kendaraan listrik adalah infrastruktur pengisian ulang daya kendaraan listrik. Hingga kini fasilitas tersebut belum tersebar secara merata, bahkan hanya ada di beberapa titik saja.

PT Len Industri berencana akan membangun 180 titik charging station untuk kendaraan listrik di Indonesia. Len Industri akan bekerja sama dengan PT PLN dan PT Pertamina.

Saat ini, Len Industri bersama PLN tengah berkoordinasi terkait lama waktu proses charging. Teknologi yang ada membutuhkan waktu 20-30 menit untuk mengisi pasokan listrik di mobil listrik. Dengan waktu tersebut, sebuah mobil listrik mampu melakukan perjalanan sampai 200 Km.

"Jadi mobil dicas 30 menit itu akan bisa jalan sejauh 200 Km," kata Dirut Len Industri (Persero), Zakky Gamal Yasin di Kementerian BUMN Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019).

1 dari 1 Halaman

Akan Ada 180 Charging Station di Indonesia Pakai Standar Jepang

Hanya saja kata Zakky, jarak tersebut tergantung pada kondisi jalan. Sebab, bila kondisi jalan naik-turun dan macet mobil listrik akan kehabisan energi sebelum sampai 200 Km.

Begitu juga dengan sepeda motor listrik yang mulai menjamur. Dalam waktu 30 menit charging, sepeda motor listrik bisa berjalan sejauh 80 kilometer.

"Kalau nanjak, ngebut ya baterainya cepat habis," ujar Zakky.

Dia menyebut lama waktu pengisian energi tersebut sudah sesuai dengan standar yang biasa digunakan di Jepang, China dan Eropa. Hanya memang, belum lama ini dia mendengar Eropa sudah memiliki teknologi mempercepat waktu pengisian energi hingga 7 menit. Namun dia masih belum memastikan sudah diterapkan atau masih dalam tahap uji coba.

"Cuma itu masih prototype atau masih tahap uji coba itu kita belum tahu, nanti kita eksplore," kata Zakky.

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR