HOME » BERITA » AKAN DIPAKAI JADI PADDOCK DAN MEDICAL CENTER SIRKUIT MANDALIKA, 7 PEMILIK LAHAN RUGI RP20,8 MILIAR

Akan Dipakai Jadi Paddock dan Medical Center Sirkuit Mandalika, 7 Pemilik Lahan Rugi Rp20,8 Miliar

Pembebasan lahan untuk pembangunan Sirkuit Mandalika dilakukan secara bertahap. Pekan lalu ITDC membayarkan ganti untung untuk lahan fasilitas penunjang MotoGP dan WorldSBK, yakni untuk pembangunan paddock, pit building dan medical center.

Senin, 05 April 2021 20:45 Editor : Dini Arining Tyas
Akan Dipakai Jadi Paddock dan Medical Center Sirkuit Mandalika, 7 Pemilik Lahan Rugi Rp20,8 Miliar
Proses pembangunan Sirkuit Mandalika, NTB (Instagram/themandalikagp)

OTOSIA.COM - Pembangunan Sirkuit Mandalika masih terus dikebut agar selesai tepat waktu. Beberapa lahan warga yang dipakai untuk Sirkuit Mandalika secara bertahap diganti melalui pembebasan lahan.

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), terus menyelesaikan pembebasan lahan enclave di wilayah penetapan lokasi (Penlok) 2 Jalan Kawasan Khusus The Mandalika. Pembayaran ganti untung batch 2 atas pengadaan tanah kepada 7 warga pemilik lahan enclave dilakukan pada Kamis (1/4/2021) lalu.

Total nilai ganti untung yang dibayarkan kepada 7 warga tersebut sebesar Rp 20,8 miliar untuk 7 bidang lahan seluas 14.846 meter persegi. Penentuan nilai ganti untung tersebut dilakukans esuai dengan harga appraisal yang telah ditetapkan.

1 dari 3 Halaman

Penlok 2 sendiri terdiri dari 29 bidang lahan dengan total luas lahan 65.267 meter persegi. Sebelumnya, pembayaran ganti untung batch 1 telah dilakukan kepada 10 warga dengan nilai Rp 27,7 miliar untuk lahan enclave seluas 22.086 meter persegi, pada Jumat (26/3/2021).

(c) ITDC

Pendaanaan ganti untuk untuk Penlok 2 JKK The Mandalika mendapatkan dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreeatif (Kemenparekraf) RI melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) yang terwujud melalui peran serta berbagai lembaga di antaranya, Deputi I Kantor Staf Presiden (KSP) dan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) dan Kementerian ATR/BPN.

 

2 dari 3 Halaman

"Kerelaan masyarakat untuk melepaskan lahan mereka merupakan buah dari pendekatan humanis yang kami lakukan selama proses pembebasan lahan enclave berlangsung. Dalam prosesnya, kami menitikberatkan pada upaya dialog dan persuasif dengan pemilik lahan enclave sehingga pemilik lahan memahami manfaat proyek ini bagi keluarga mereka di masa datang dan akhirnya bersedia melepaskan tanah mereka. Selain itu, proses pembebasan lahan enclave telah dilaksanakan sesuai aturan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku sehingga pemenuhan hak-hak masyarakat selalu menjadi perhatian kami," kata Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis ITDC, Arie Prasetyo melalui pernyataan resminya, Jumat (2/4/2021) lalu.

Sementara itu, salah satu warga penerima ganti untung, Mudham mengatakan bahwa pelepasan lahan miliknya merupakan bentuk dukungan terhadap pemerintah untuk membangun The Mandalika.

"Pelepasan lahan ini merupakan wujud niat saya dalam membantu Pemerintah dalam membangun Kawasan The Mandalika. Untuk mempercepat hal tersebut, saya juga telah memindahkan beberapa barang dari rumah sebelumnya ke rumah saudara. Mengingat Kawasan The Mandalika ini dibangun juga untuk kepentingan masyarakat yang banyak, saya berharap pembangunan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat luas. Saya juga berharap saya dapat membangun usaha baru, yakni membangun homestay di sekitar Kawasan The Mandalika yang membuka peluang kerja," kata Mudham.

3 dari 3 Halaman

Sebagai informasi, lahan enclave ayng termasuk dalam Penlok 2 nantinya akan dijadikan lokas untuk pembangunan fasilitas penunjang MotoGP dan WorldSBK. Fasilitas penunjang itu termasuk paddock, pit building, medical center dan lainnya.

Penyerahan uang ganti untung batch 2 dilakukan oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Kemeparekraf RI Oneng Setyaharini Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Harry Noor Sukarna, Pemimpin Bidang Pemasaran Bisnis Kantor BNI Cabang Mataram Kadek Yulie Mahendri, dan Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis ITDC Arie Prasetyo di Kantor Camat Pujut, Desa Sengkol, Kabupaten Lombok Tengah, dan dihadiri oleh Kepala BPN Lombok Tengah sebagai Ketua Panitia Pengadaan Tanah H. Lalu Suharli, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Lombok Tengah Lalu Rahadian, Camat Pujut Lalu Sungkul, dan Managing Director The Mandalika Bram Subiandoro.

BERI KOMENTAR