HOME » BERITA » AKANKAH MOBIL LISTRIK SONY JADI KENYATAAN?

Akankah Mobil Listrik Sony Jadi Kenyataan?

Mobil listrik Sony Vision-S yang muncul di CES 2020 ternyata hanya konsep dan tak akan diproduksi massal.

Kamis, 09 Januari 2020 13:15 Editor : Cornelius Candra
Akankah Mobil Listrik Sony Jadi Kenyataan?
Sony Vision-S (Motor1.com)

OTOSIA.COM - Belum lama ini, perusahaan elektronik asal Jepang, Sony, memamerkan sebuah mobil listrik konsep bernama Sony Visin-S dalam gelaran Consumer Electronics Show (CES) 2020, di Las Vegas, Amerika Serikat.

Kejutan besar dari Sony itu adalah mobil lstrik Vision-S yang kaya akan teknologi kekinian. Setidaknya ada 33 sensor di dalam dan luar mobil.

1 dari 4 Halaman

Akankah Mobil Listrik Sony Jadi Kenyataan?

CEO Sony, Kenichiro Yoshida mengklaim bahwa Sony mengembangkan mobil ini untuk memahami mobil itu sendiri, sebuah teknologi yang disebut sebagai ruang hiburan baru.

"Vision-S Concept adalah ruang yang cocok untuk hiburan, jika mobil ini bisa disebut begitu," kata Yoshida.

2 dari 4 Halaman

Akankah Mobil Listrik Sony Jadi Kenyataan?

Pada dasbornya terlihat ada layar panorama besar, mirip dengan layar 49 inci yag ada pada kendaraan Byton. Sony mengklaim bahwa ini akan menjadi pusat hiburan pada kendaraan. Multimedia akan ditampilkan di tengah dan di depan penumpang.

Selain itu, Sony membekali Vision-S Concept dengan 360 Reality Audio, yang memberikan pengalaman audio mendalam yang selaras dengaa kenyamanan mobil.

3 dari 4 Halaman

Akankah Mobil Listrik Sony Jadi Kenyataan?

Secara fisik, beberapa bagian tampak seperti mobil-mobil listrik lainnya. Spionnya tak menggunakan cermin, tapi kamera.

Bagian depannya ada grille yang terlihat terinspirasi dari Porsche Taycan, Tesla VW ID.3, dan Tesla Model S. Sony Vision-S pun tampil makin modern berkan kaca panoramik.

4 dari 4 Halaman

Akankah Mobil Listrik Sony Jadi Kenyataan?

Hanya saja, mengutip dari Motor1.com, Yoshida menyatakan Sony Vision-S hanyalah sebuah konsep. Ia pun menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki rencana sedikit pun untuk menjadi produsen mobil.

Meski demikian, Yoshida mengungkap niat untuk berkontribusi dalam pengembangan teknologi mobil. Aspek yang digarap pun beragam, mulai sistem hiburan, keselamatan, hingga keamanan.

BERI KOMENTAR