HOME » BERITA » AKANKAH SUV LISTRIK MAZDA MX-30 DIBOYONG KE INDONESIA?

Akankah SUV Listrik Mazda MX-30 Diboyong ke Indonesia?

Melihat peluang masuknya mobil listrik Mazda MX-30 ke Indonesia.

Jum'at, 27 Maret 2020 14:45 Editor : Cornelius Candra
Akankah SUV Listrik Mazda MX-30 Diboyong ke Indonesia?
Mobil listrik Mazda MX-30 (Mazda)

OTOSIA.COM - Perlahan tapi pasti, pasar otomotif Indonesia masuk ke era mobil listrik. Beberapa pabrikan pun telah memasarkan kendaraan ramah lingkungan bertenaga baterai tersebut.

Salah satu pabrikan yang digadang-gadang akan menghadirkan mobil listrik ke Indonesia dalam waktu dekat Mazda. Hanya saja, hal itu langsung ditepis oleh Fedy Dwi Parileksono, Head of Department Public Relations and Media Communications PT Eurokars Motor Indonesia (EMI).

1 dari 3 Halaman

"Untuk sekarang masih dijajaki (mengenai mobil listrik di Indonesia). Kita masih jauh untuk informasi mengenai itu," jelas Fedy saat dihubungi redaksi Otosia melalui pesan singkat siang tadi (27/3).

Mobil listrik pertama Mazda terlahir sebagai sebuah SUV dengan nama Mazda MX-30. Meski demikian, desain kendaraan ramah lingkungan yang melakoni debutnya di Tokyo Motor Show 2019 itu terinspirasi dari sports car Mazda RX-8 yang sporty dan agresif.

2 dari 3 Halaman

Karena itu, Mazda MX-30 memiliki bukaan pintu suicide-door. Dengan konfigurasi tersebut, akses ke bangku baris kedua menjadi lebih mudah, meskipun pintu belakangnya berukuran kecil.

Menyandang predikat sebagai kendaraan ramah lingkungan, Mazda MX-30 memiliki interior dengan bahan yang bisa didaur ulang, seperti door-trim dari fiber dan konsol tengah dari pohon. Kabinnya juga dibekali dengan head-unit canggih berukuran 7 inci.

3 dari 3 Halaman

Untuk urusan performa, Mazda MX-30 menggunakan motor listrik bertenaga 143 hp. Dengan baterai berkapasitas 35,5 kWh, mobil ini diklaim dapat menempuh jarak sejauh 209 km.

Sebagai mobil modern, Mazda MX-30 juga dibekali dengan sistem keselamatan Mazda I-Activesense. Di dalamnya terdapat beragam fitur yang bisa mengurangi risiko terjadinya kecelakaan.

BERI KOMENTAR