HOME » BERITA » AKTIVIS PENENTANG LARANGAN MENGEMUDI BAGI WANITA DI ARAB SAUDI DIPENJARA, DITUDUH TELAH BERKHIANAT

Aktivis Penentang Larangan Mengemudi Bagi Wanita di Arab Saudi Dipenjara, Dituduh Telah Berkhianat

Meski protes yang disuarakan terkait larangan mengemudi bagi wanita Arab Saudi dikabulkan, namun para aktivisnya tetap dipenjara

Rabu, 30 Desember 2020 13:15 Editor : Ahmad Muzaki
Aktivis Penentang Larangan Mengemudi Bagi Wanita di Arab Saudi Dipenjara, Dituduh Telah Berkhianat
Ilustrasi wanita mengemudi mobil (Car and Driver)

OTOSIA.COM - Arab Saudi telah mengizinkan wanita untuk mengemudikan mobil sejak Juni 2018 lalu. Namun di balik kebijakan itu masih menyimpan cerita pilu. Pasalnya sang aktivis yang memperjuangkan hak tersebut tetap dipenjara.

Melansir Car and Driver, hakim Arab Saudi menghukum aktivis hak-hak perempuan, Loujain al-Hathloul lima tahun delapan bulan penjara pada Senin (28/12/2020). Loujain al-Hathloul tak sendirian, paling tidak ada 10 aktivis lainnya yang ditangkap pada Mei 2018 silam atas protes larangan mengemudi bagi seorang wanita.

1 dari 3 Halaman

Meski protes al-Hathloul dan kawan-kawan dikabulkan, tetapi ia tetap didakwa di pengadilan khusus terorisme. Ia dituduh telah merusak kerajaan dan sistem politiknya.

Pemerintahan Arab Saudi menuduhnya telah melakukan pengkhianatan. Lantaran al-Hathloul bersuara terkait kebijakan represif kerajaan melalui organisasi Hak Asasi Manusia (HAM), jurnalis, dan diplomat asing.

2 dari 3 Halaman

Pengadilan Arab Saudi sendiri telah mengurangi dua tahun dan 10 bulan dari masa hukumannya lima tahun delapan bulan. Sebab al-Hathloul sendiri telah menjalani hukuman sejak penangkapannya pada Mei 2018.

Artinya Loujain al-Hathloul bisa bebas pada Maret 2021 dengan pembebasan bersyarat. Ia akan menjalani masa percobaan selama tiga tahun dan dilarang bepergian ke luar Arab Saudi selama lima tahun.

Selama dipenjara, al-Hathloul dan narapidana lainnya telah mengalami pelecehan seksual, penyiksaan, dan kurungan isolasi. Namun seorang hakim menolak keluhan tersebut. Atas hal itu, al-Hathloul sampai mogok makan sebagai bentuk protesnya.

3 dari 3 Halaman

Sebelumnya al-Hathloul sendiri sudah pernah ditangkap dan ditahan selama 73 hari pada tahun 2014. Saat itu ia mencoba mengemudikan mobil dari Uni Emirat Arab ke Arab Saudi pada 2013.

Aksinya tersebut bahkan sampai ia rekam dalam sebuah video di mana rambut dan wajahnya terbuka. Video tersebut menunjukkan bahwa al-Hathloul telah melanggar hukum Arab Saudi atas larangan mengemudi mobil bagi wanita.

BERI KOMENTAR