HOME » BERITA » ALASAN BAN BIASA AKAN CEPAT HABIS JIKA DIPAKAI UNTUK MOBIL LISTRIK

Alasan Ban Biasa akan Cepat Habis Jika Dipakai untuk Mobil Listrik

Selasa, 08 Januari 2019 20:45 Editor : Dini Arining Tyas
Mobil listrik Tesla Model 3 versi Eropa (Autoevolution)

OTOSIA.COM - Di Indonesia mobil listrik memang sangat jarang ditemui. Mungkin hanya satu atau dua orang yang memiliki mobil listrik.

Sebab selain harganya yang terbilang mahal, fasilitas untuk mobil listrik belum sepenuhnya memadai.

Maka populasi komponen mobil listrik pun masih sedikit, seperti ban mobil khusus mobil listrik. Di Indonesia populasinya masih kalah dengan ban mobil bermesin konvensional.

Jika ban standar itu dipasangkan pada mobil listrik, ketebalan telapak ban diyakini lebih cepat habis. Menurut Goodyeear, ban reguler lebih mudah terkikis sekitar 30 persen. Mengapa demikian?

Alasannya, mayoritas mobil listrik punya torsi besar sejak awal dipacu atau berakselerasi. Sangat berpengaruh pada tingkat keausan permukaan ban.

Namun saat ini, mereka punya racikan sesuai kebutuhan mobil listrik. Misalnya ban Goodyear EfficientGrip Performance Electric Drive Technology. Jenis ini tengah ditawarkan kepada produsen mobil global. Khususnya pabrikan yang memiliki konsep dan platform bisnis sama, terkait elektrifikasi mobilitas pada tahun ini.

Ada racikan sendiri untuk menghadapi tantangan itu. Alur ban yang lebih tipis (sempit) memungkinkan kontak yang lebih besar pada permukaan jalan, dibanding alur ban radial tradisional. Dengan lebih banyak kontak, artinya ban dapat mengatasi tingkat torsi yang tinggi. Namun tetap mempertahankan daya cengkeram dalam kondisi basah. Desain telapak juga mencegah gelombang suara memasuki lekukannya. Jadi mengurangi tingkat kebisingan ban.

Racikan kedua ialah high load carrying construction. Bentuk rongga ban dioptimalkan untuk mendukung bobot kendaraan, dari tambahan beban baterai. Dengan rongga itu, ban diklaim tetap memiliki performa yang baik.

Terkahir, material senyawa telapak diracik untuk memberi rolling resistance yang rendah. hal ini juga meningkatkan jangkauan pemakaian ban. Selain itu, dinding samping dirancang untuk mengurangi hambatan aerodinamis. Profil ban juga diklaim punya keseimbangan baik, sehingga menekan konsumsi energi mobil.

Sumber: OTO.com

(kpl/tys)

BERI KOMENTAR