HOME » BERITA » ALASAN DIBALIK LARANGAN MENGENDARAI KENDARAAN BERMOTOR BAGI ANAK DI BAWAH 17 TAHUN

Alasan Dibalik Larangan Mengendarai Kendaraan Bermotor Bagi Anak di Bawah 17 Tahun

Aturan larangan mengendarai kendaraan bagi anak di bawah 17 tahun ternyata gak asal-asalan lho Otolovers. Hal ini berkaitan dengan perkembangan otak manusia

Selasa, 26 Mei 2020 17:15 Editor : Ahmad Muzaki
Alasan Dibalik Larangan Mengendarai Kendaraan Bermotor Bagi Anak di Bawah 17 Tahun
Enam bocah di bawah umur menangis setelah terciduk kepolisian lalu lintas Kuningan saat mengendarai sepeda motor tanpa surat dan helm. (Instagram @polantasindonesia)

OTOSIA.COM - Memang mengendari motor atau mobil terbilang mudah. Namun tetap saja tak sembarang orang boleh kendarai kendaraan bermotor. Sayangnya masih banyak dijumpai pengendara di bawah umur di Indonesia.

Buktinya bahkan cukup jelas, karena mungkin telah beredar di dunia maya ada anak usia SD atau SMP yang telah mahir mengendarai kendaraan, bahkan sudah berani melakukannya di jalan raya dan tanpa pengawasan orangtua atau yang lebih dewasa yang sudah memiliki usia 17 tahun ke atas.

Secara aturan pengendara baru bisa mengendarai kendaraan bermotor secara sah atau memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) minimal berumur 17 tahun.

Ternyata, ini bukan asal-asalan lho Otolovers. Hal ini berkaitan dengan perkembangan otak manusia. Jadi, aturan dibuat tidak serta merta. Ia tidak ditetapkan secara asal-asalan. Sudah ada beberapa riset yang berkaitan dengan hal ini.

1 dari 2 Halaman

Dilansir Liputan6.com, salah satu yang paling terkenal dirilis oleh Elizabeth Sowell, neuropsikolog asal University of California, Los Angeles. Tahun 2003 lalu melalui jurnal Nature Neuroscience, Sowell mengatakan bahwa bagian otak remaja belum berkembang dengan sempurna.

Bagian otak bernama lobus frontalis saraf-sarafnya belum sepenuhnya terhubung. Seperti dikutip dari npr.org, bagian otak ini berfungsi untuk mengatur perencanaan, pengorganisasian, dan antisipasi. Tiga hal yang sangat penting ketika sedang berada di atas kendaraan di jalan raya.

Ketika bagian ini sudah sempurna, maka seseorang bisa dapat dengan "bijak" berkendara di jalan. Ia juga dapat melakukan antisipasi yang lebih baik terhadap ancaman-ancaman yang ada di jalanan.

2 dari 2 Halaman

Studi lain

Studi lain menyebutkan bahwa saraf-saraf pada bagian ini baru akan terbetuk sempurna pada berusia pertengahan 20 tahun.

Itulah mengapa banyak dijumpai para pemuda yang egois saat di jalan raya. Lobus Frontalis yang belum sempurna membuat bocah tak bisa berfikir akibat dari perilakunya tadi terhadap orang lain.

BERI KOMENTAR