HOME » BERITA » ALASAN INDIA TAK IZINKAN MOBIL NIRSOPIR MASUK KE NEGARANYA

Alasan India Tak Izinkan Mobil Nirsopir Masuk ke Negaranya

Di zaman serba teknologi saat ini, industri otomotif juga terus bergerak mengikuti perkembangannya. Bahkan mulai banyak kendaraan yang dikontrol melalui perangkat komputer untuk mempermudah mengemudi.

Kamis, 27 Desember 2018 09:15 Editor : Dini Arining Tyas
Ilustrasi mobil nirsopir Apple (GaadiWaadi)

OTOSIA.COM - Di zaman serba teknologi saat ini, industri otomotif juga terus bergerak mengikuti perkembangannya. Bahkan mulai banyak kendaraan yang dikontrol melalui perangkat komputer untuk mempermudah mengemudi.

Salah satu yang kini sedang populer adalah mobil otonom atau nirsopir. Teknologi ini memungkinkan mobil melaju sendiri tanpa ada campur tangan manusia di balik setir kemudi.

Tapi tak sedikit pula negara yang menolak kehadiran mobil jenis ini karena kegagalan teknologi, yang berakibat kecelakaan fatal. Minister for Road Transport and Highways India, Nitin Gadkari mengonfirmasi bahwa mobil jenis ini tak akan diizinkan ada di India.

Dia mengatakan bahwa mobil nirsopir tak diizinkan karena kebutuhan pekerjaan di India masih tinggi. "Saya terbuka dengan diskusi tapi tidak berpikir bahwa menjadi prioritas saat ini dan lebih penting mobil listrik dan mobil ramah lingkungan," katanya, seperti diberitakan GaadiWaadi.

Alasan utamanya adalah jika mobil ini masuk ke India maka akan banyak warga yang kehilangan pekerjaannya, yang mana akan menambah jumlah pengangguran di India. Menurutnya, teknologi ini mungkin akan bekerja untuk negara dengan jumlah populasi kecil, tapi tidak bagi negara dengan populasi besar seperti India.

Juga disebutkan bahwa kondisi jalan yang berbeda. Sehingga risiko terburuk bisa saja terjadi.

Tapi pemerintah India justru akan mengenalkan fitur keselamatan canggih, seperti pengereman otonom dan sistem berbasis radar untuk mengurangi angka kecelakaan. Pabrikan pertama yang menawarkan sistem ini ke pemerintah India adalah Volvo, dan disusul oleh Mercedes-Benz.

(kpl/tys)

BERI KOMENTAR