HOME » BERITA » ALASAN MENGAPA MESIN MOBIL BISA RUSAK JIKA DIPAKSA TENGGAK BENSIN OKTAN RENDAH

Alasan Mengapa Mesin Mobil Bisa Rusak Jika Dipaksa Tenggak Bensin Oktan Rendah

Penggunaan bahan bakar minyak untuk kendaraan dianjurkan sesuai dengan rasio kompresi mesin. Jangan sampai menggunakan bensin dengan oktan lebih rendah dari seharusnya lantaran bisa merusak mesin.

Jum'at, 24 Juli 2020 16:45 Editor : Dini Arining Tyas
Alasan Mengapa Mesin Mobil Bisa Rusak Jika Dipaksa Tenggak Bensin Oktan Rendah
Ilustrasi pengisian bensin (drivenow.com)

OTOSIA.COM - Ada banyak jenis bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan. Masing-masing jenis BBM itu memiliki angka oktan yang berbeda.

Ambil contoh, Pertalite memiliki nilai oktan 90 sedangkan Pertamax memiliki nilai oktan yang lebih tinggi mulai 92. Semakin tinggi oktan, semakin baik kualitas bahan bakar tersebut.

Tentu saja hal itu selaras dengan harga BBM itu sendiri. Semakin tinggi nilai oktan, maka bahan bakar akan semakin sulit terbakar dan menghasilkan ledakan pada mesin.

1 dari 2 Halaman

Dikutip dari laman Hyundai Indonesia, hal tersebut sangat krusial bagi mesin modern dengan kompresi tinggi dan engine timing yang presisi.

Seringkali, orang memilih bahan bakar dengan oktan rendah karena harganya yang lebih terjangkau. Padahal, BBM dengan nilai oktan yang lebih rendah, maka bahan bakar akan meledak dan terbakar secara prematur.

Hasilnya, tenaga yang lebih rendah, mesin ngelitik dan konsumsi bahan bakar yang lebih boros. Jike penggunaan BBM beroktan rendah dilakukan terus menerus, maka kebiasaan itu bisa merusak mesin.

2 dari 2 Halaman

Dampak jangka pendeknya bisa saja tidak terasa. Tapi untuk jangka panjang, kebiasaan yang dianggap menghemat uang itu justru akan menguras dompet.

Internal mesin bisa rusak dan perlu melakukan turun mesin. Kerusakannya bisa ringan juga, seperti busi yang cepat habis hingga kerusakan besar seperti piston yang rusak dan katup yang rusak.

BERI KOMENTAR