HOME » BERITA » ALASAN SERVIS BERKALA UNTUK MOBIL LEBIH TEPAT BERDASARKAN WAKTU

Alasan Servis Berkala untuk Mobil Lebih Tepat Berdasarkan Waktu

Normalnya, servis berkala mobil dilakukan berdasarkan jarak tempuh. Tapi kini jarak tempuh sudah tak relevan lagi untuk kebaikan mobil.

Rabu, 20 Maret 2019 22:00 Editor : Dini Arining Tyas
Ilustrasi (Auto2000)

OTOSIA.COM - Mobil perlu perawatan rutin agar tetap memiliki performa yang optimal. Secara berkala, mobil memang perlu dibawa ke bengkel untuk diservis.

Lalu, bagaimana perhitungan servis berkala? Menurut Auto2000, perhitungan servis berkala berdasarkan jarak tempuh kendaraan sudah tak relevan lagi. Terutama di kota besar, dan lebih pas berdasarkan waktu pemakaian.

Jika berdasarkan jarak tempuh, biasanya mobil harus diservis saat sudah mencapai 10.000 kilometer atau kelipatannya. Tapi, melihat kondisi jalanan saat ini, jarak tempuh tak lagi jadi patokan.

Sebab, mesin mobil beroperasi jauh lebih lama ketimbang waktu yang seharugnya akibat macet. Secara teori, jarak tempuh 10.000 kilometer bisa tuntas hanya dalam waktu 6 bulan saja. Namun faktanya, di kota besar bisa saja baru tercapai di atas 6 bualn akibat macet berkepanjangan.

Selama macet itu pula, mesin mobil tetap menyala. Bahkan kinerjanya lebih berat lantaran tak mendapatkan pendinginan yang baik serta idle berkepanjangan membuat campuran bensin dan udara tidak bisa mendekati komposisi ideal.

Tumpukan karbon sisa pembakaran akibat pembakaran tak sempurna akan menempel di ruang bakar dan komponen bergerak sehingga membuat performa mesin menurun karena pembakaran bensin dan pergerakan komponen terhalang oleh kotoran.

Efek negatifnya, tenaga mesin turun dan konsumsi bensin meningkat. Otolovers juga akan memaksakan mesin untuk bekerja lebih keras guna mengail tenaga yang berakibat pada menurunnya daya tahan komponen mesin yang saling bergesekan.

Selain itu, sissa pembakaran tidak sempurna juga bisa menyusup ke dalam peredara oli. Kontaminasi kotoran mampu merusak senyawa kimia oli dan membuatnya tidak mampu bekerja optimal.

Padahal, oli punya banyak fungsi. Mulai dari melumasi komponen bergerak, membantu sistem pendingin mesin, melarutkan kotoran, hingga melindungi komponen mesin dari karat akibat proses oksidasi.

Begitu senyawa oli rusak, otomatis oli mesin tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Ditambah pemaksaan mesin bekerja akibat menurunnya performa, tinggal menunggu waktu sebelum akhirnya mesin mobil Otolover rontok.

Di waktu bersamaan, komponen lain juga bekerja ekstra keras. Seperti komponen rem, transmisi berikut oli transmisi, ban, cairan mobil dan aki. Padahal jarak tempuh praktis tidak bertambah.

(kpl/tys)

BERI KOMENTAR