HOME » BERITA » AMAN DAN NYAMAN BERKENDARA, INI 6 POIN PENGECEKAN PADA BAN MOBIL

Aman dan Nyaman Berkendara, Ini 6 Poin Pengecekan Pada Ban Mobil

Ban sangat vital bagi keselamatan karena bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Ada 5 poin pengecekan ban yang harus diperhatikan pengemudi.

Rabu, 23 September 2020 20:15 Editor : Nazarudin Ray
Aman dan Nyaman Berkendara, Ini 6 Poin Pengecekan Pada Ban Mobil
Ilustrasi ban mobil (Istimewa)

OTOSIA.COM - Ban merupakan komponen yang sangat vital bagi kendaraan. Komponen ini juga terkait erat dengan faktor keselamatan dan kemananan karena bersentuhan langsung dengan permukaan jalan.

Tidak sedikit pemilik kendaraan yang abai terhadap komponen yang satu ini, sehingga ban sering luput dari pengecekan berkala.

Mengenai keselamatan berkendara terkait ban, Boediarto, Head of After Sales & CS Operation PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), menyampaikan pentingnya peran ban mobil dalam memastikan kondisi berkendara aman dan nyaman.

"Sebagai komponen mobil yang bergerak yang secara langsung bersentuhan dengan permukaan jalan ban memiliki peranan penting dan membutuhkan pengecekan dan perawatan secara berkala. Pengecekan dan perawatan dapat dilakukan oleh pengguna dengan melakukan rotasi ban, memeriksa tekanan udara, melakukan spooring dan balancing, serta mempersiapkan kondisi ban cadangan," ujarnya.

Boediarto menyebut ada 6 poin utama dalam pengecekan ban mobil.

1 dari 6 Halaman

1. Tekanan udara

Jangan malas untuk sering-sering mengecek tekanan angin ban, apakah kempes atau kurang angin. Pastikan tekanan angin sesuai spesifikasi yang direkomendasikan. Selain dapat memperpanjang usia ban, hal ini juga dapat menghemat bahan bakar

Jika tekanan udara pada ban kurang, maka risiko untuk mengalami pecah ban lebih besar. Sebab, dinding samping ban akan dipaksa selalu bersentuhan dengan jalan dan pada akhirnya menjadi aus atau tipis sehingga tidak akan kuat menahan bobot mobil

 

2 dari 6 Halaman

2. Petunjuk tekanan udara

Untuk melihat ukuran tekanan udara sesuai standar pabrikan, Anda bisa melihat pada stiker yang biasanya terdapat pada pilar B bagian kanan pintu depan mobil, pada sisi pengemudi. Biasanya juga tersedia informasinya pada buku manual kendaraan.

Tekanan udara maksimum yang diizinkan pabrikan ban juga biasanya tercetak di dinding ban. Jangan melampaui batas ini.

 

3 dari 6 Halaman

3. Rotasi ban

Pada jarak waktu tertentu, melakukan rotasi atau perpindahan posisi keempat ban mobil memang diperlukan. Gunanya agar tingkat keausan ban akan menyebar secara merata, sehingga mempengaruhi kenyamanan berkendara.

Ada banyak cara melakukan rotasi ban, sesuai dengan jenis ban yang digunakan. Rotasi ban ini direkomendasikan untuk dapat dilakukan tiap kelipatan 10.000 km.

 

4 dari 6 Halaman

4. Spooring & Balancing

Selain rotasi ban, setiap kendaraan juga diharuskan untuk dicek secara berkala untuk memastikan kondisi keluruhan ban. Mungkin lebih dikenal dengan istilah spooring dan balancing. Idealnya perawatan spooring dan balancing ini dilakukan setiap 10.000km, bersamaan dengan rotasi ban.

Sebenarnya mudah untuk merasakan tanda-tanda ban perlu di spooring & balancing. Misalnya setir mobil terasa bergetar atau sudah tidak lurus lagi. Atau jika anda berjalan lurus, kemudian mobil akan cenderung ke kanan atau ke kiri. Itu dapat menjadi indikator untuk melakukan spooring dan balancing.

Spooring sendiri adalah proses untuk meluruskan kembali kedudukan empat roda mobil seperti semula, sedangkan balancing adalah proses menyeimbangkan putaran roda mobil.

Jika perawatan ini tidak dilakukan, imbasnya akan membuat tidak nyaman dikendarai, setir terasa bergetar dan parahnya lagi ban mobil akan mengalami keausan yang tidak merata.

 

5 dari 6 Halaman

5. Muatan kendaraan

Umur pakai ban juga dipengaruhi oleh beban yang ditanggung kendaraan dan gaya berkendara pengemudi. Jangan melebihi kapasitas beban angkut karena akan mengganggu fungsi ban, pengereman serta berpotensi mebahayakan keselamatan dan kenyamanan berkendara.

Selain itu, gaya mengemudi akan menentukan kondisi ban. Contohnya jika Anda terlalu sering melakukan pengereman dan menikung di kecepatan tinggi. Maka kondisi ban akan cepat aus, selain itu gaya mengemudi seperti itu lebih berbahaya.

 

6 dari 6 Halaman

6. Ban serep

Sangat dianjurnya untuk selalu menyediakan ban cadangan. Pengemudi tidak tahu kapan akan membutuhkan ban cadangan. Jka membawa ban cadangan, pastikan kondisi ban masih baik. Ini juga harus selalu diperhatikan.

Meski fungsinya sebagai cadangan, tapi harus tetap dipastikan bahwa ban cadangan akan berfungsi baik saat akan digunakan. Untuk itu, rawat ban serep dengan memeriksanya secara berkala, baik itu tekanan udara maupun tampilannya.

Jika semua poin di atas sudah dilakukan secara rutin, maka ketika mengalami kendala seperti ban bocor, Anda tidak akan kesulitan. Pastikan untuk mengganti ban di tempat yang aman dari kendaraan lain.

"Pastikan kunci-kunci roda tersedia di mobil dan tidak lupa untuk memasang segitiga peringatan di bagian belakang mobil. Jaraknya sekitar 20 meter dari posisi belakang mobil," imbuhnya.

 

BERI KOMENTAR