HOME » BERITA » ANAK MUDA BANYAK TERLIBAT KECELAKAAN KARENA TIDAK BERPIKIR PANJANG

Anak Muda Banyak Terlibat Kecelakaan karena Tidak Berpikir Panjang

Kasus kecelakaan yang melibatkan anak muda sekaligus menjadi korban dari kacamata psikolog akibat emosi yang labil dan tidak berfikir panjang tentang dampaknya.

Selasa, 28 September 2021 16:15 Editor : Nazarudin Ray
Anak Muda Banyak Terlibat Kecelakaan karena Tidak Berpikir Panjang
Ilustrasi kecelakaan 2 sepeda motor (rgj.com)

OTOSIA.COM - Kecelakaan lalu lintas merupakan pembunuh global yang paling mengancam dan menjadi salah satu faktor penyebab tingginya angka kematian di Indonesia. Kecelakaan dapat terjadi karena kurangnya kewaspadaan dan wawasan dalam berkendara serta kelalaian penggunaan kelengkapan berkendara.

Sepanjang tahun 2020 kemarin terjadi 100.028 kasus kecelakaan. Angka tersebut menunjukkan penurunan sejak 5 tahun terakhir di mana kasus tertinggi terjadi di tahun 2019 dengan 116.411 kejadian.

Salah satu sebab penurunan angka kecelakaan adalah masa pandemi COVID-19 yang membuat mobilitas masyarakat menjadi terbatas.

1 dari 4 Halaman

Berdasarkan data Korlantas Polri, korban kecelakaan lalu lintas paling tinggi datang dari kelompok pelajar, mahasiswa dan pekerja muda, yakni sebesar 56.187 jiwa atau sebanyak43,06%.

Sepeda motor menjadi alat transportasi terbanyak yang terlibat kecelakaan selama 2016-2020, yakni 74,54%. Namun dari kurun waktu tersebut, rata-rata setiap jam 2-3 orang meningal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.

Data Polri menyebutkan, dalam 5 tahun terakhir, paling banyak korban berasal dari usia 15-24 tahun atau sekitar 18-2%6 persen dan kedua rentang usia 15-19 tahun.

2 dari 4 Halaman

Psikolog prihatin

Tingginya angka kecelakaan yang melibatkan anak muda turut mengundang keprihatinan psikolog Anggun Resdasari Prasetyo.

Dari kaca mata psikolog, kasus kecelakaan yang banyak terjadi pada anak muda paling bersar akibat emosi yang tidak terkontrol dengan baik. Misalnya berkendara dengan kencang tanpa berpikir panjang, tidak konsentrasi, termasuk didalamnya akibat pengaruh alkohol atau narkoba.

3 dari 4 Halaman

"Pada usia pelajar dan mahasiswa, kelalaian terjadi hanya karena terdesak oleh waktu sehingga kebut-kebutan dianggap menjadi solusi dan alasan bagi mereka, padahal tindakan ini bisa merugikan diri sendiri dan juga orang lain," ujarnya pada seminar daring bertajuk "Generasi #Cari_Aman Untuk Indonesia" yang disiarkan secara live pada akun Youtube DChannel FKIP belum lama berselang.

Karena itu titik kelemahan dijalanan harus diantisipasi dengan cara pengajaran tata tertib lalu lintas pada usia anak-anak, seperti permainan mengajak anak untuk paham akan aturan lalu lintas, berkendara aman, penggunaan perlengkapan berkendara, dan resiko lalu lintas untuk meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan anak-anak.

 

4 dari 4 Halaman

Selain pemberian pemahaman harus dilakukan sejak usia dini, perlu perlu ditanamkan 4 prinsip defensive driving kepada pengendara muda, mulai dari tingkat kewaspadaan, tingkat kesadaran, antisipasi, dan juga sikap serta mental yang baik.

"Kestabilan emosi saat berkendara haruslah dapat di kontrol karena hal ini dapat menjaga diri sendiri untuk tetap tenang dalam menghadapi situasi apapun saat berkendara," tutupnya.

BERI KOMENTAR