HOME » BERITA » ANCAMAN PENYAKIT DISFUNGSI EREKSI BAGI PENGENDARA MOTOR LAKI-LAKI

Ancaman Penyakit Disfungsi Ereksi Bagi Pengendara Motor Laki-Laki

Penelitian menunjukkan adanya 69 persen pengendara motor laki-laki mengaku mengalami kesulitan untuk mencapai ereksi penuh dan mengosongkan kandung kemih mereka.

Kamis, 28 Mei 2020 17:15 Editor : Dini Arining Tyas
Ancaman Penyakit Disfungsi Ereksi Bagi Pengendara Motor Laki-Laki
Driver ojol (Ilustrasi/Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Kendaraan roda dua menjadi moda transportasi cukup ekonomis. Maka wajar bila banyak yang memilih menggunakan sepeda motor.

Dilansir dari Liputan6.com, namun semakin sering berkendara, ternyata berpotensi besar mengalami disfungsi ereksi dan sulit buang air kecil. Bahkan, beberapa riset mengenai hal tersebut sudah bisa dibuktikan.

Salah satunya, pada 2006, riset yang digelar tim dari Department of Urology, Kyoto Prefectural University of Medicine, Kyoto, Jepang, menemukan bahwa 69 persen pengendara motor laki-laki mengaku mengalami kesulitan untuk mencapai ereksi penuh dan mengosongkan kandung kemih mereka.

"Sepeda motor bisa menjadi salah satu faktor risiko disfungsi ereksi," tulis tim dalam bagian Abstrak.

1 dari 2 Halaman

Contoh yang hampir mirip juga terjadi pada pria yang mengendarai sepeda. Massachusetts Male Aging Study, dikutip dari WebMD, Selasa (22/8/2017), menemukan bahwa risiko disfungsi ereksi naik ketika seorang pria bersepeda lebih dari tiga jam dalam seminggu.

"Tanda peringatan paling awal adalah mati rasa atau kesemutan," terang Irwin Goldstein, MD, Director of San Diego Sexual Medicine.

Jadi, apa korelasi antara mengendarai motor/sepeda dengan disfungsi ereksi Masih berdasarkan riset dari Department of Urology, Kyoto Prefectural University of Medicine, ditemukan bahwa kombinasi antara getaran dari motor dan jalanan serta dengan posisi duduk saat berkendara mungkin penyebab naiknya disfungsi ereksi para rider.

 

2 dari 2 Halaman

Jok pada sebagian besar sepeda motor memberikan tekanan yang 'tidak semestinya' pada perineum, yaitu area antara anus dan skrotum. Ketika tekanan berlebih terjadi, aliran darah ke penis berkurang. Aliran darah yang tidak baik adalah penyebab dari disfungsi ereksi tersebut.

Selain itu, getaran juga menyebabkan penurunan dua hormon pertumbuhan di kandung kemih dan prostat, yang pada akhirnya membuat pengendara lebih sulit buang air kecil.

Bukan berarti menghindari berkendara sama sekali. Sebab itu rasa-rasanya sangat sulit. Yang dapat dilakukan adalah meminimalisirnya. Paling utama adalah dengan mencari posisi duduk serta jok yang ketika diduduki terasa lebih banyak menekan bokong. Bukan area penis. Kemudian, tentu saja dengan mengurangi intensitas berkendara.

BERI KOMENTAR