HOME » BERITA » ANDREA DOVIZIOSO: JORGE LORENZO TANDEM TERBAIK

Andrea Dovizioso: Jorge Lorenzo Tandem Terbaik

Rider Ducati Corse, Andrea Dovizioso menyebut bahwa Jorge Lorenzo merupakan tandem terbaik yang pernah ia punya selama berkarir di MotoGP.

Senin, 30 Oktober 2017 12:15
Andrea Dovizioso (c) AFP

Otosia.com - Selama berkarir di MotoGP, Andrea Dovizioso telah bertandem dengan banyak rider cepat, baik saat di Honda, Yamaha maupun Ducati. Ia tercatat pernah bertandem dengan Dani Pedrosa, Casey Stoner, Cal Crutchlow, Nicky Hayden serta Andrea Iannone, dan menurutnya, Jorge Lorenzo lah yang terbaik dari mereka semua.


Pendapat Dovizioso ini tentu cukup unik, mengingat keduanya merupakan rival bebuyutan saat memperebutkan gelar dunia GP125 2004 (Dovizioso) dan GP250 2006-2007 (Lorenzo). Keduanya sama-sama naik ke MotoGP pada 2008, dan tahun ini merupakan pertama kalinya mereka bertandem. Lucunya, keduanya akur-akur saja.


"Saya sudah katakan ini sejak tahun lalu di Valencia. Saya langsung merasa nyaman dengan Jorge, karena seperti yang terjadi di masa lalu, ia tak berpikir untuk memperlakukan saya dengan buruk atau mencoba menciptakan situasi aneh di garasi. Ia sangat fokus pada pekerjaan dan timnya sendiri," ujar Dovizioso kepada Crash.net.
Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo (c) Ducati
Rider Italia ini juga sama sekali tak masalah ketika dibanding-bandingkan dengan Lorenzo, baik karakter maupun gaya balapnya. "Ia punya karakter sendiri dan ini tak masalah bagi saya. Jadi soal ini, jelas Jorge tandem terbaik. Saya yakin saya orang yang tenang dan saya juga tak mau menghadirkan situasi kikuk dengan semua orang, jadi saya senang," tuturnya.


Dikenal kerap merayu Crutchlow kembali ke Ducati Corse, Dovizioso juga mengaku masa-masanya bertandem dengan Iannone adalah periode tak mengenakkan. Sempat berkata bahwa Iannone tak menghormatinya, Dovizioso juga belum lupa soal tabrakan kontroversial yang mereka alami di Argentina 2016.


"Saya senang juga punya tandem-tandem yang baik di masa lalu, tapi tak semuanya! Di Argentina kala itu ceritanya sungguh berbeda dan kami memperebutkan tempat di Ducati. Semua orang juga melihat apa yang terjadi," pungkas rider berusia 31 tahun ini. (cn/kny)

BERI KOMENTAR