HOME » BERITA » ANGKA KECELAKAAN LALU LINTAS TERUS MENINGKAT, DIDOMINASI GENERASI MILLENIAL

Angka Kecelakaan Lalu Lintas Terus Meningkat, Didominasi Generasi Millenial

Tak hanya angka pelanggaran lalu lintas, jumlah kecelakaan lalu lintas di Jakarta juga meningkat. Tapi jumlah korban meninggal dunia dan luka berat menurun.

Selasa, 19 Maret 2019 16:45 Editor : Dini Arining Tyas
Ilustrasi (iStockPhoto)

OTOSIA.COM - Seolah sudah menjadi wajar ketika lalu lintas di DKI Jakarta super padat. Coba lihat jumlah penduduknya yang padat. Maka tak heran jika populasi pengguna kendaraan bermotor di Ibu Kota Indonesia itu terbilang tinggi.

Tingginya jumlah pengendara itu, selain menyebabkan kemacetan lalu lintas, juga bisa meningkatkan jumlah kecelakaan lalu lintas. Tercatat pada data Ditlantas Polda Metro Jaya, tahun 2018 sedikitnya 5.400 kali kecelakaan terjadi di Jadetabek. Baik roda dua ataupun roda empat. Jumlah kecelakaan itu rupanya meningkat dari tahun 2017, yang hanya 5.140 kejadian.

Beruntungnya, angka korban meninggal dunia menurun dari tahun 2017 ke 2018. Tahun 2017 tercatat korban meninggal dunia sebanyak 571 jiwa, dan turun menjadi 567 jiwa pada 2018. Sedangkan korban luka berat turun menjadi 867 jiwa pada 2018 dari 1.098 jiwa pada 2017.

Mirisnya, mayoritas korban kecelakaan tersebut justru dialami oleh orang-orang yang sedang berada di usia sangat produktif yaitu kisaran usia 21 hingga 30 tahun. Tercatat pada korban kecelakaan pada usia produktif tersebut mencapai angka 2.720 jiwa di 2018.

"Hampir setiap tahun, angka kecelakaan ini trendnya selalu meningkat, meskipun tahun lalu jumlah korban jiwanya menurun. Namun sayangnya yang perlu menjadi perhatian kita semua yaitu justru mayoritas korban dari laka lantas tersebut adalah orang-orang yang sedang berada di usia produktif yaitu usia 21 hingga 30 tahun," jelas Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Muhamamd Nasir.

Fakta tersebut, menurut Nasir bisa disebut sebagai peringatan untuk para stakeholder untuk lebih serius memperhatikan keselamatan berlalu lintas.

"Karena ini juga akan menyangkut generasi para penerus bangsa kita, cukup miris memang jika melihat kenyataan tersebut bahwa banyak generasi penerus bangsa ini yang justru harus meninggal hanya karena kecelakaan lalu lintas," sambung Nasir.

Ditlantas Polda Metro Jaya bekerja sama dengan para stake holder lainnya untuk menekan angka kecelakaan ini. Salah satunya dengan pencegahan seperti imbauan kepada para orang tua melalaui instansi pendidikan, supaya lebih bijak memberikan izin putra-putrinya mengendarai kendaraan di jalan raya.

Nasir jgua mengatakan, keluarga sebagai lingkungan pertama memiliki peranan sangat penting dalam memberikan pengawasan dan pencegahan meningkatnya angka korban jiwa pada usia produktif.

Para pengendara haruslah menyadari bahwa berkendara di jalan raya tidak hanya sekedar memerlukan kemahiran berkendara saja. Pengendara juga harus memahami segala rambu dan marka jalan yang ada, memiliki mental berkendara yang siap serta mampu bereaksi cepat saat kondisi darurat.

(kpl/ikb/tys)

BERI KOMENTAR