HOME » BERITA » APA JADINYA KALAU DENDA TILANG BARU DIBAYAR 44 TAHUN KEMUDIAN?

Apa Jadinya Kalau Denda Tilang Baru Dibayar 44 Tahun Kemudian?

Jum'at, 06 Juli 2018 16:15 Editor : Cornelius Candra
Foto: Autoevolution.com

OTOSIA.COM - Biasanya, pembayaran denda tilang dilakukan pada waktu yang ditentukan oleh pihak kepolisian. Namun, lain ceritanya dengan kasus yang terjadi di Minersville, Pennsylvania, Amerika Serikat.

Dikutip Autoevolution, Jumat (6/7/2018) dalam Liputan6.com, beberapa waktu lalu Departmen Kepolisian Minersville dikejutkan dengan sebuah amplop yang berisikan uang sebesar US$ 5 dan catatan di dalamnya.

Menurut Kepala Polisi Minersville Michael Combs, dalam catatan di dalamnya itu disebutkan uang tersebut untuk pembayaran tiket denda parkir yang dikeluarkan pada 1974 sebesar US$ 2 atau 44 tahun lalu.

“Ini ditujukan tentu saja ke departemen kepolisian, dengan alamat pengirim yang merasa bersalah, di Wayward Road, Anytown’," kata Combs.

“Police Departemen sayang, saya sudah membawa tiket ini selama 40 tahun lebih. Selalu berniat membayar. Maafkan saya jika saya tidak memberikan info ini. Dengan hormat, Dave.” Demikian tulis pelanggar tersebut.

Combs rupanya membenarkan keaslian tiket yang dikeluarkan pada 44 tahun lalu, namun dia menyadari karena keterbatasan teknologi masa itu, maka saat ini hal tersebut menyulitkan untuk melakukan pelacakan karena data terbatas.

Namun demikian, Combs pribadi rupanya tidak mempermasalahkan lambatnya pembayaran si pelanggar. Sebaliknya, dia ingin bertemu, bersalaman dan mengucapkan terima kasih kepada pelanggar yang menyebut dirinya Dave.

"Kami sangat menghargai bahwa individu ini membayar tiketnya, dan sekali lagi, kami mendorong orang lain, jika Anda memiliki tiket yang luar biasa, tolong bayar," katanya.

Adapun uang yang ditebus sebesar US$ 5 itu diketahui merupakan inisiatif si pelanggar karena denda penalty baru membayar 44 tahun kemudian.

Adapun, jika saat ini pelanggaran melakukan kesalahan perihal parkir maka denda yang diberikan sebesar US$ 20.

 (kpl/crn)

BERI KOMENTAR