HOME » BERITA » APAKAH ASURANSI TANGGUNG KERUSAKAN MOBIL AKIBAT GEMPA?

Apakah Asuransi Tanggung Kerusakan Mobil Akibat Gempa?

Kerap menjadi pertanyaan apakah mobil yang rusak akibat gempa ditanggung asuransi.

Rabu, 16 Oktober 2019 20:15 Editor : Cornelius Candra
Apakah Asuransi Tanggung Kerusakan Mobil Akibat Gempa?
Mobil rusak akibat gempa (romfea.news)

OTOSIA.COM - Selasa pagi kemarin (15/10), Bengkulu digoyang gempa 5,9 SR pada pukul 05.23 wib. Kemudian gempa kembali terjadi pada pukul 10.00 wib, mencapai 5,0 SR.

Sumber Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa kedua berlokasi di 4.50 Lintang Selatan, 101.08 Bujur Timur atau 152 km Barat Daya Bengkulu.

Lantas apakah jika terjadi bencana gempa bumi dan menimpa kendaraan hingga rusak bisa mendapatkan asuransi?

Menurut L. Iwan Pranoto, Head Of Communication and Event Asuransi Astra, terkait peristiwa gempa bumi, maka hal itu dikecualikan dari jaminan asuransi baik Total Loss Only (TLO) ataupun comprehensive.

"Agar bisa ter-cover, harus ada perluasan jaminan. Tolong cek polis masing-masing, karena itu sifatnya opsional. Bahkan beberapa asuransi ada yang sudah mem-bundling," kata Iwan kepada Liputan6.com.

Karena itu, jika ingin mendapatkan jaminan termasuk bencana harus menambah biaya perluasan jaminan.

1 dari 1 Halaman

Jenis Polisi Asuransi

Apakah Asuransi Tanggung Kerusakan Mobil Akibat Gempa?Jenis Polisi Asuransi

Jika melihat regulasi Polisi Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia, ada beberapa hal yang tidak dijamin asuransi, khususnya jika terjadi bencana alam. Hal ini bisa dilihat dari Bab II soal Pengecualian, pasal tiga ayat tiga, yakni :

Pertanggungan ini tidak menjamin kerugian, kerusakan dan atau biaya atas Kendaraan Bermotor dan atau tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga yang langsung maupun tidak langsung disebabkan oleh, akibat dari, ditimbulkan oleh :

1. Kerusuhan, pemogokan, penghalangan bekerja, tawuran, huru-hara, pembangkitan rakyat, pengambil-alihan kekuasan, revolusi, pemberontakan, kekuatan militer, invasi, perang saudara, perang dan permusuhan, makar, terorisme, sabotase, penjarahan;

2. Gempa bumi, letusan gunung berapi, angin topan, badai, tsunami, hujan es, banjir, genangan air, tanah longsor atau gejala geologi atau meteorologi lainnya;

3. Reaksi nuklir, termasuk tetapi tidak terbatas pada radiasi nuklir, ionisasi, fusi, fisi atau pencemaran radio aktif, tanpa memandang apakah itu terjadi di dalam atau di luar Kendaraan Bermotor dan atau kepentingan yang dipertanggungkan.

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR