HOME » BERITA » APARAT KEPOLISIAN HONG KONG TAHAN 21 PENGEMUDI TAKSI ONLINE ILEGAL

Aparat Kepolisian Hong Kong Tahan 21 Pengemudi Taksi Online Ilegal

Jum'at, 26 Mei 2017 22:15

Aparat Kepolisian Hong Kong Tahan 21 Pengemudi Taksi Online Ilegal
Ilustrasi by carscoops
Editor : Magang | Reporter : Nicko Novanto

Otosia.com - Kepolisian Hong Kong berhasil 'menciduk' 21 sopir taksi online Uber karena dilaporkan telah beroperasi secara sembunyi-sembunyi tanpa ada data-data yang lengkap. Padahal sebelumnya Uber telah dilarang beroperasi di Asia.

Polisi-polisi tersebut menyamar sebagai seorang penumpang taksi online dan berhasil menangkap beberapa sopir yang diketahui tidak memiliki data-data yang lengkap dan tanpa asuransi dari pihak ketiga. Setelah operasi sukses, mereka berhasil menahan 20 pria dan 1 wanita sopir taksi online tersebut. 

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh carscoops (24/05), pihak kepolisian akan menahan orang-orang tersebut sampai ada kabar lebih lanjut. Jubir Uber mengaku sangat kecewa atas aksi yang dilakukan oleh pihak kepolisian dan berjanji akan membantu ke-21 sopir malang itu.

Pihak uber juga mengaku bahwa taksi-taksinya di Hong Kong telah dilengkapi dengan kebijakan asuransi Ridesharing sebanyak HK$100 (Rp. 170 ribu) per perjalanan untuk sang pengemudi dan pihak ketiga untuk menuruti kebijakan asuransi yang ada di sana.

Menurut Uber, Ridesharing bukanlah tindakan ilegal ataupun kriminal. Pada bulan Maret lalu, polisi juga menangkap 5 pengemudi taksi online Uber dan memberi mereka hukuman denda masing-masing sebesar $1,287 (Rp. 17 juta) dan SIM kendaraan mereka disita selama 1 tahun. Namun, hukuman tersebut tertunda karena mereka dikabarkan absen saat persidangan.

 

 (kpl/nic/mag)






Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2017-12-14
detail

BERITA POPULER