HOME » BERITA » APM MASIH RAGU JUAL MOTOR LISTRIK, INI ALASANNYA

APM Masih Ragu Jual Motor Listrik, Ini Alasannya

Banyak perusahaan-perusahaan baru di bidang otomotif terjun ke bisnis sepeda motor listrik. Begitu pun dengan pabrikan sepeda motor konvensional yang sudah lama berkecimpung di pasar sepeda motor Indonesia

Rabu, 26 Februari 2020 15:15 Editor : Ahmad Muzaki
APM Masih Ragu Jual Motor Listrik, Ini Alasannya
Motor listrik Viar Q1 (Otosia.com/Nazarudin Ray)

OTOSIA.COM - Trend kendaraan bertenaga listrik di Tanah Air rupanya mulai menggeliat. Hampir semua produsen otomotif mulai memperkenalkan produk kendaraannya yang diklaim sebagai alat transportasi yang ramah lingkungan.

Banyak perusahaan-perusahaan baru di bidang otomotif terjun ke bisnis sepeda motor listrik. Begitu pun dengan pabrikan sepeda motor konvensional yang sudah lama berkecimpung di pasar sepeda motor Indonesia.

"Sudah banyak pabrikan sepeda motor yang mulai berinvestasi untuk produksi sepeda motor listrik. Ada sekitar 7 perusahaan yang mendaftarkan investasi barunya untuk motor listrik," terang Putu Juli Ardika, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin.

1 dari 2 Halaman

Untuk investasi baru dari perusahaan otomotif ini menurut Putu semuanya sudah siap, karena mereka mau masuk ke pasar yang serba baru semuanya.

Sementara pemain sepeda motor lama masih belum tertarik lantaran pasarnya belum banyak dan infrastruktur yang belum memadai.

?Sedangkan pemain lama atau APM yang sudah punya pengalaman dalam memproduksi sepeda motor konvensional, mereka punya niat untuk terjun ke pasar motor listrik kalau skala ekonominya sudah mencukupi,? tambahnya.

2 dari 2 Halaman

Kendaraan Listrik Dapat Insentif Pajak

Dalam hal kendaraan listrik ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Nomor 3 Tahun 2020, tentang Insentif Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor atas Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Dalam peraturan tersebut, kegiatan jual beli, tukar menukar, hibah, warisan, kendaraan motor berbasis listrik, baik roda empat maupun roda dua, diberikan pembebasan pajak BBNKB. Kebijakan ini berlaku untuk kendaraan listrik milik pribadi maupun umum.

BERI KOMENTAR