HOME » BERITA » APM TAHAN AMBISI DI TAHUN PILPRES, MOBIL BEKAS TANCAP GAS

APM Tahan Ambisi di Tahun Pilpres, Mobil Bekas Tancap Gas

Rabu, 26 Desember 2018 11:15 Editor : Cornelius Candra
Ilustrasi mobil bekas (Cbtnews.com)

OTOSIA.COM - Tahun 2019 Indonesia akan melakukan pemilihan presiden dan wakil presiden. Seperti biasa, tahun politik sedikit banyak akan memberikan dampak bagi sektor otomotif nasional. Lantaran itulah, produsen otomotif masih melihat situasi proses pemilihan umum sebelum menetapkan target di 2019.

Berbeda dengan agen pemegang merek (APM), penjual mobil bekas sudah ancang-ancang menetapkan kenaikan penjualan di tahun depan. Menurut pedagang mobil bekas, tahun politik 2019 diperkirakan tidak banyak memberikan dampak penyusutan permintaan.

Di saat APM tidak terlalu berambisi menelurkan model-model baru, gerai mobil bekas dibawah Astra Group, Mobil88, justru membidik kenaikan 15% dibandingkan tahun 2018. Target tersebut juga dipengaruhi bocoran mobil-mobil baru yang bakal keluar tahun depan.

"Setiap tahun tahun saat bikin target, kami tunggu dulu bocoran dulu dari mobil baru. Sejauh ini, rasanya mobil baru juga tidak banyak ambisi di tahun depan. Tidak besar. Karena itu, kami juga bikin target. Targetnya tahun depan naik 15 persen dibanding tahun ini," kata Presiden Direktur Mobil88, Halomoan Fischer Lumbantoruan.

Halomoan memperkirakan mobil keluarga atau MPV tetap menjadi primadona penjualan mobil bekas di tahun 2019. Hanya saja, tren belakangan jenis city car, LCGC dan SUV bekas punya kencederungan naik. Artinya persentase pasar MPV bekas di tahun depan akan berkurang karena bukan lagi kebutuhan keluarga, nantu sudah bergeser ke gaya individu.

"Kalau bicara 5 tahun lalu, MPV bisa 55%, sekarang jadi cuma 45%. Ini di Mobil88 ya. Ini pergerakan kultur ya, dari family oriented jadi individu. Dulu iklan, Kijang bisa muat apa saja, sekarang tidak lagi. Ini makanya orang sudah mulai ke small car, yang penting mah sendiri saja, kemana-mana yang penting sosmed," terangnya.

Bergeraknya pejualan mobil-mobil kecil bekas juga dipicu oleh semakin sempitnya lahan-lahan yang tersedia di kota besar, termasuk kemacetan yang selalu terjadi.

"Dengan bertumbuhnya pemukiman vertikal, lahan parkirnya terbatas. Jadi mobil kecil semakin dibutuhkan. Macet juga, mobil kecil jadi lebih enak. Arahnya kesana-lah," tutupnya.

Reporter : Nazarrudin Ray

 

 

 

(kpl/nzr/crn)

BERI KOMENTAR