HOME » BERITA » ARUS BALIK DIPREDIKSI CAPAI SATU JUTA KENDARAAN, KEMENHUB BAKAL PERKETAT PENGAWASAN

Arus Balik Diprediksi Capai Satu Juta Kendaraan, Kemenhub Bakal Perketat Pengawasan

Kemenhub memprediksi kendaraan yang akan melakukan perjalanan pada arus balik tahun 2020 mencapai satu juta kendaraan

Sabtu, 30 Mei 2020 20:15 Editor : Ahmad Muzaki
Arus Balik Diprediksi Capai Satu Juta Kendaraan, Kemenhub Bakal Perketat Pengawasan
Petugas memperketat arus balik di Tol Jakarta-Cikampek km 47 B untuk mencegah kendaraan menuju Jakarta usai Lebaran. (Liputan6.com/Abramena)

OTOSIA.COM - Potensi arus balik pasca Lebaran 2020 diprediksi mencapai satu juta kendaraan. Untuk itu Kementerian Perhubungan akan perketat pengawasan di titik-titik pintu masuk Jakarta.

"Kami bersama pemangku kepentingan terkait telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi adanya potensi lonjakan arus balik, dengan mengacu pada Permenhub 25/2020, SE Gugus Tugas 5/2020 dan Pergub DKI Jakarta 47/2020. Fokus kami adalah pengawasan potensi puncak arus balik khususnya yang melalui jalur darat," kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati di Jakarta, Sabtu (30/5/2020).

1 dari 3 Halaman

Kemenhub memprediksi kendaraan yang akan melakukan perjalanan pada arus balik tahun 2020 mencapai satu juta kendaraan, dengan rincian 284.892 kendaraan mobil dan 814.835 sepeda motor mulai dari H+1 atau 26 Mei 2020 sampai H+6 atau 31 Mei 2020.

Jelas jumlah tersebut turun drastis dibanding arus balik tahun 2019 lalu. Tercatat sebanyak 2.260.859 mobil dan 554.488 sepeda motor.

"Dari prediksi tersebut, di satu sisi kendaraan mobil jumlahnya menurun sangat signifikan dibanding tahun lalu. Namun untuk sepeda motor diprediksi terjadi peningkatan yang cukup signifikan," kata Adita seperti dikutip Antara.

2 dari 3 Halaman

Mengantisipasi hal itu, Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Darat telah berkoordinasi secara intensif dengan pemangku kepentingan terkait di seperti Kemenkes, Kepolisian, TNI, Pemerintah Daerah, Tim Gugus Tugas, dan pihak terkait lainnya, dalam melakukan penyekatan di sejumlah titik di cek poin yang berada di sejumlah ruas jalan, termasuk ke jalan-jalan kecil atau tikus.

"Penyekatan yang dilakukan pada jalur-jalur utama arus balik yang menuju ke wilayah Ibu Kota Jakarta dari berbagai daerah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Banten, dan juga di jalur-jalur tikus," kata Adita.

Kemudian, penyekatan secara khusus juga dilakukan di 11 titik untuk pengecekan kepemilikian surat izin keluar masuk (SIKM) DKI Jakarta, diantaranya di Kabupaten Tangerang 4 titik (di Jalan Syekh Nawawi, Gerbang Tol Cikupa, Jalan Raya Serang, Jalan Raya Maja), di Kabupaten Bogor 4 titik (Jalan Jasinga, Jalan Ciawi-Cianjur, Jalan Ciawi-Sukabumi, Jalan Raya Tanjung Sari), dan di Kabupaten Bekasi 4 titik (Jalan Raya Pantura, Jalan Inspeksi Kalimalang, dan Ruas Tol Cikarang Km 47 arah Jakarta).

3 dari 3 Halaman

Puncak Arus Balik

Adita mengungkapkan, tiga hari yang diprediksi terjadi puncak arus balik yaitu pada 30-31 Mei 2020 dan 1 Juni 2020, dikarenakan hari tersebut merupakan hari libur yang biasa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melakukan perjalanan arus balik dari kampung halaman ke kota besar seperti Jakarta, setelah sebelumnya merayakan hari raya Idul Fitri di kampung halaman dan bersiap kembali untuk bekerja.

"Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk melarang kegiatan mudik dan balik, serta meminta masyarakat untuk menunda dulu keinginannya kembali ke Jakarta jika tidak memiliki kepentingan mendesak, dalam rangka mencegah kembali terjadi penyebaran Covid-19 di Jakarta," jelas Adita.

Oleh sebab itu, Adita katakan jika Kemenhub dan tim gabungan akan perketat pengawasan terhadap kendaraan yang akan masuk Jakarta. Hal itu untuk memastikan hanya orang-orang yang memenuhi kriteria yang bisa masuk Jakarta sesuai dengan SE Gugus Tugas dan Pergub DKI Jakarta 47/2020 tentang Surat Izin Keluar/Masuk DKI Jakarta (SIKM).

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR