HOME » BERITA » ASET BOS AKUMOBIL YANG DISITA POLISI SENILAI RP3,5 MILIAR

Aset Bos Akumobil yang Disita Polisi Senilai Rp3,5 Miliar

NIlai total aset bos Akumobil yang telah disita polisi sebanyak Rp 3,5 miliar. Polisi pun akan melibatkan PPATK dalam kasus penipuan ini.

Rabu, 13 November 2019 09:15 Editor : Dini Arining Tyas
Aset Bos Akumobil yang Disita Polisi Senilai Rp3,5 Miliar
Korban akumobil didampingi Sunan Kalijaga (Merdeka.com)

OTOSIA.COM - Polisi sudah menetapkan tersangka dugaan kasus penipuan jual beli mobil dengan harga murah, yakni Direktur Utama PT Aku Digital Indonesia (Akumobil), Bryan Jhon Satya Andriastian (31). Polisi juga turut menyita aset milik tersangka.

Polisi menyita mobil mewah, empat tas mahal, danperhiasan emas senilai Rp 20 juta milik tersangka di Kota Surabaya. Ini merupakan tindak lanjut dari penyitaan yang dilakukan di Kota Bandung.

Dengan demikian, total aset yang sudah diamankan polisi ada sembilan mobil, lima motor sport, dan uang tunai Rp 300 juta. Nilai total dari aset yang sudah disita ia sebut sekitar Rp 3,5 miliar.

1 dari 2 Halaman

Libatkan PPATK

Aset Bos Akumobil yang Disita Polisi Senilai Rp3,5 MiliarLibatkan PPATK

Selain itu, pihak Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) akan dilibatkan untuk menelusuri aset konsumen yang ada di bank atas nama PT. Aku Digital Indonesia.

"Kita akan lebih menelusuri tersangka membeli apa saja dari dana konsumen," terang Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP M Rifai, di Mapolrestabes Bandung, Selasa (12/11/2019) dikutip dari Merdeka.com.

2 dari 2 Halaman

Kemungkinan Tersangka Baru

Aset Bos Akumobil yang Disita Polisi Senilai Rp3,5 MiliarKemungkinan Tersangka Baru

Lebih lanjut, pihaknya juga mengungkapkan adanya kemungkinan tersangka baru dalam kasus ini. "Kemungkinan tersangka baru ada dari jajaran direktur dan kemungkinan juga dari lainnya jadi mungkin akan ada pasal TPPU (tindak Pidana Pencucian Uang)," lanjutnya.

Di lain pihak, para korban dari praktik jual beli mobil murah ini melapor polisi secara terpisah. Tercatat ada tiga laporan yang disampaikan kepada Polrestabes Bandung. Sisanya ada yang memilih ke Polda Jawa Barat.

"Kita punya tiga laporan dan ada laporan kemudian di Polda. Mungkin kita jadikan satu. Nanti ada juga yang mencatat data korban. Sejauh ini sudah ada sekitar lima ratus korban," pungkasnya.

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR