HOME » BERITA » ASYIK, SEPEDA MOTOR LISTRIK DI JAKARTA GRATIS PAJAK BBNKB SAMPAI 5 TAHUN

Asyik, Sepeda Motor Listrik di Jakarta Gratis Pajak BBNKB Sampai 5 Tahun

Mulai 15 Januari 2020, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan kebijakan pembebasan pajak BBNKB kendaraan listrik, baik untuk mobil atau sepeda motor.

Jum'at, 24 Januari 2020 14:45 Editor : Dini Arining Tyas
Asyik, Sepeda Motor Listrik di Jakarta Gratis Pajak BBNKB Sampai 5 Tahun
Konvoi sepeda motor listrik (Liputan.com/Fery Pradko)

OTOSIA.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan kebijakan menarik untuk sepeda motor dan mobil listrik. Kendaraan berbasis baterai sebagai sumber tenaganya itu mendapatkan insentif pembebasan pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

"Pada siang hari ini saya mengumumkan Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2020 tentang insentif pajak bea balik nama. kendaraan bermotor atas kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk tranportasi jalan. Pemprov DKI menjadi Pemerintah Provinsi pertama yang mengeluarkan peraturan pembebasan BBNKB," jelas Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, disitat dari laman resmi PPID Jakarta.

1 dari 2 Halaman

Kebijakan itu berlaku mulai 15 Januari 2020 hingga 31 Desember 2024 atau selama 5 tahun ke depan baik untuk kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Kebijakan itu hanya berlaku untuk sepeda motor yang murni listrik, bukan hybrid, baik didapat dari kegiatan jual beli, tukar menukar, hibah, ataupun warisan.

"Kebijakan ini tidak berlaku untuk jenis kendaraan hybrid atau kendaraan semi listrik. Jadi, hanya kendaraan bermotor yang 100 persen menggunakan listrik berbasis baterai," tambah Anies.

Pemberian insentif pembebasan pajak daerah ini diberikan secara otomatis dalam sistem Pemungutan Pajak Daerah Badan Pendapatan Daerah Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta. Para pemilik kendaraan listrik bisa memanfaatkan kebijakan itu melalui kantor Unit Pelayanan Pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor atau kantor SAMSAT yang tersebar di lima wilayah kota administrasi DKI Jakarta.

2 dari 2 Halaman

Anies melanjutkan, Pergub Nomor 3 Tahun 2020 ini membantu pemerintah pusat untuk mewujudkan target sesuai Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentnag Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (battery Electric Vehicle) untuk transportasi. Dalam Perpres, pemerintah menargetkan pengembangan mobil listrik mencapai 2.200 unit, hybrid 711.000 unit, dan sepeda motor listrik 2,1 juta unit pada 2025. 

Pergub ini juga turut serta mendukung, mengatur, dan mengendalikan kualitas udara di Jakarta. "Kebijakan ini follow up dari 7 (Tujuh) Inisiatif untuk Udara Bersih Jakarta yang ada dalam Instruksi Gubernur Nomor 66 Tahun 2019. Kita berharap, ini salah satu ikhtiar untuk mendorong penggunaan kendaraan bebas emisi di Jakarta akan bisa berjalan baik. Ini kewenangan yang ada di level Pemerintah Daerah dan itu yang kita berikan. Semoga ini akan direspon positif dan kita percaya ini bagian dari ikhtiar, membuat Jakarta lebih baik dan sehat, juga masyarakat mendapatkan manfaat ekonomis dari kebijakan ini," pungkas Anies.

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR