HOME » BERITA » ATURAN GANJIL GENAP AKAN DIBERLAKUKAN UNTUK SEPEDA MOTOR?

Aturan Ganjil Genap Akan Diberlakukan Untuk Sepeda Motor?

Pemprov DKI Jakarta mengaku tengah mempertimbangkan penerapan aturan ganjil genap untuk sepeda motor.

Jum'at, 02 Agustus 2019 19:15 Editor : Cornelius Candra
Aturan Ganjil Genap Akan Diberlakukan Untuk Sepeda Motor?
Kemacetan Jakarta (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Penerapan aturan ganjil genap untuk sepeda motor ternyata sedang dikaji, seperti yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo dalam Merdeka.com. Saat ini, regulasi tersebut masih diberlakukan untuk mobil saja.

"Kita sedang kaji, karena berdasarkan kajian jumlah sepeda motor saat diberlakukan ganjil genap volumenya 72 persen, hanya 28 persen roda empat," katanya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (2/8).

Namun, dia mengungkapkan, tidak menutup kemungkinan peraturan ganjil genap juga akan diberlakukan untuk sepeda motor. Hal itu berdasarkan dari hasil evaluasi peraturan ganjil genap bagi kendaraan roda empat.

Syafrin menjelaskan, tidak semua pemilik kendaraan pribadi roda empat yang beralih menggunakan angkutan umum saat diberlakukan aturan ganjil genap. Karena kebanyakan masyarakat lebih memilih menggunakan sepeda motor.

"Artinya, begitu ada pembatasan ganjil genap tidak semua ke angkutan umum, tapi beralih ke sepeda motor. Ini masih jadi perhatian khusus kita bersama," tutupnya.

1 dari 1 Halaman

Sempat Ada Pesan Singkat

Aturan Ganjil Genap Akan Diberlakukan Untuk Sepeda Motor?Sempat Ada Pesan Singkat

Sebelumnya, sempat beredar pesan singkat yang menyatakan bahwa sistem ganjil genap juga akan berlaku untuk sepeda motor. Sontak, hal ini ramai dibicarakan oleh netizen.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memastikan kabar tersebut tidak benar.

"Nggak tahu itu sumber dari mana. Tanya yang kasih info aja," tegas Kasubdit Gakum Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir di Polda Metro Jaya, Senin (15/7).

Nasir meminta masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi pesan berantai yang tidak jelas.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak langsung memercayai berita yang beredar di WhatsApp begitu saja karena berita itu belum tentu benar. Apalagi itu 2018," katanya.

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR