HOME » BERITA » AWAS HOAKS, PENCATATAN BATAS KECEPATAN DI STRUK JALAN TOL JOMBANG-MOJOKERTO BUKAN UNTUK PENILANGAN

Awas Hoaks, Pencatatan Batas Kecepatan di Struk Jalan Tol Jombang-Mojokerto Bukan untuk Penilangan

Warga sempat dihebohkan dengan adanya tilang berdasarkan angka kecepetan yang tertulis pada struk jalan tol Jombang-Mojokerto. Hal itu tidak benar, pencatatan angka kecepatan rata-rata itu bukan untuk penilangan.

Selasa, 28 Juli 2020 08:15 Editor : Dini Arining Tyas
Awas Hoaks, Pencatatan Batas Kecepatan di Struk Jalan Tol Jombang-Mojokerto Bukan untuk Penilangan
Antrean di GT Semanggi 2 (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Pengguna jalan tol heboh dengan beredarnya struk yang tertera angka kecepatan kendaraan. Bersamaan dengan itu, muncul polemik di publik bahwa angka kecepatan tersebut untuk penilangan.

Dilansir dari Liputan6.com, pencatatan angka batas kecepatan itu bukan menjadi rujukan penilangan. Ka Dept Tol Astra Tol Jombang-Mojokerto (Jomo), Udhi Dwi Saputro mengatakan pihaknya melakukan hal itu hanya sebagai imbauan kepada pengguna jalan tol dan tidak dijadikan dasar penilangan atau penindakan.

"Struk bukan dasar penindakan, karena kalu misalkan ada operasi terkait batas kecepatan dilakukan oleh PJR dan kepolisian menggunakan alat sendiri, bukan berdasarkan struk kit," ungkapnya.

1 dari 3 Halaman

Dia pun menyebutkan bahwa penghitungan kecepatan rata-rata itu sederhana. Selayaknya rumus fisika, mencari kecepatan rata-rata menggunakan rumus jarak tempuh dibagi waktu.

"Metode penghitungan rata-rata kecepatan sebenarnya sederhana. Ketika masuk gerbang tol, dicatat waktunya begitu juga saat keluar. Jadi, ketahuan jarak tempuh dan waktu tempuh, sehingga ketahuan rata-rata kecepatannya," bebernya.

Sementara itu, pencatatan pelanggar batas kecepatan di ruas tol Jombang-Mojokerto ini, sudah dilakukan sejak April 2020. "Memang, kalau rata-rata kecepatannya di bawah 100 km/jam, tidak ada catatan di struk, tapi kalau lebih dari 100 km/jam baru ada di struk. Sekali lagi, ini bukan dasar untuk penilangan, tapi imbauan saja kepada pengguna jalan tol," pungkasnya.

2 dari 3 Halaman

Peraturan Batas Kecepatan

Sebelumnya, memang sempat viral struk pembayaran tol yang ditambah dengan denda tilang batas kecepatan.Berdasarkan foto yang beredar, si pengguna kendaraan membayar tarif tol sebesar Rp17.500 dan denda tilang karena melanggar batas kecepatan di atas 100 km per jam sebesar Rp71.500 dengan tulisan balance.

Padahal, arti balance di struk tol tersebut, artinya adalah sisa uang yang ada di kartu e-toll bukan total pembayaran yang harus dikeluarka si pengguna jalan bebas hambatan tersebut, dan dapat dipastikan informasi tersebut tidak benar alias hoaks.

3 dari 3 Halaman

Batas Kecepatan di Jalan Tol

Sebagai informasi, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2013, tentang Jaringan Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) dan diperkuat dengan Peraturan Menteri Perhubungan tentang Tata Cara Penetapan Batas Kendaraan pasal 3 ayat 4 Pada pasal 23 ayat 4, disebutkan bahwa batas kecepatan di jalan tol yaitu 60 hingga 100 km per jam, sesuai dengan rambu lalu lintas yang terpasang.

BERI KOMENTAR