HOME » BERITA » B30 PENGARUHI SISTEM BAHAN BAKAR DAN OLI, PELUMAS APA YANG COCOK?

B30 Pengaruhi Sistem Bahan Bakar dan Oli, Pelumas Apa yang Cocok?

Benarkah bahan bakar B30 punya banyak kelamahan?

Kamis, 27 Februari 2020 19:15 Editor : Ahmad Muzaki
B30 Pengaruhi Sistem Bahan Bakar dan Oli, Pelumas Apa yang Cocok?
Diskusi tren bisnis 2020 dan bahan bakar B30 (Istimewa)

OTOSIA.COM - Beberapa produsen kendaraan niaga menyatakan bahwa produknya siap menenggak bahan bakar B30. Hanya saja dalam praktiknya tetap membutuhkan dua filter bahan bakar. Pasalnya sifat pencuci yang dimiliki bahan bakar B30 membuat filter bahan bakar akan lebih cepat diganti.

B30 sendiri memiliki kandungan beberapa jenis logam, antara lain Kalium, Kalsium, Natrium dan Magnesium. Untuk diketahui, dampak dari kandungan logam tersebut adalah tersumbatnya filter bahan bakar dan injektor sehingga aliran bahan bakar ke ruang bakar tidak sempurna dan performa mesin tidak optimal.

Efeknya secara lebih jauh tentu berpengaruh pada bisnis yang mengandalkan transportasi ini. Benarkah bahan bakar B30 punya banyak kelamahan?

1 dari 3 Halaman

Mohammad Rachman Hidayat, Shell Asia Pacific Product App Specialist dalam diskusi tentang topik tren industri terkini pada 20 Februari 2020 di Jakarta menyatakan, hal tersebut menjadi tantangan yang dihadapi pelaku bisnis yang menggunakan B30 dibanding dengan bahan bakar konvensional.

Secara umum B30 berbasis POME (Palm Oil Methyl Ester) yang sangat mempengaruhi sistem bahan bakar dan pelumasan. Rahman menuturkan dari sisi nilai korosi pada temperature tinggi, POME yang dipakai di Indonesia memiliki tingkat keasaaman yang rendah dibandingkan dengan RME (Rapeseed Methyl Ester) yang biasa digunakan di Eropa.

2 dari 3 Halaman

Ia menyarankan untuk menggunakan oli dengan spesifikasi API Service CI-4 bagi kendaraan niaga yang menggunakan bahan bakar B30 atau lebih. Hal ini disebabkan API CI-4 ini memiliki sifat soot handling yang lebih baik dibanding klasifikasi API Service di bawahnya.

Klasifikasi CI-4 juga compatible dengan mesin dengan standar emisi EURO IV (non DPF) yang akan segera di terapkan di Indonesia.

"Karena B30 memiliki kandungan Sulphur yang lebih rendah, sehingga memungkinkan untuk memperpanjang oil drain interval,? jelas Rahman.

3 dari 3 Halaman

Sementara itu I Made Yatna sebagai GM Plant Operation BUMA, dari hasil bench test yang mereka lakukan terhadap B30, bahwa terjadi kenaikan penggunaan bahan bakar (fuel consumption) sebesar 0.83% jika dibandingkan dengan bahan bakar konvensional dan ini mengkonfirmasi data spesifikasi B30 dari LEMIGAS.

Namun Buma sangat mendukung program pemerintah ini dan siap bekerjasama dengan pihak terkait untuk pengujian lebih jauh dan antisipasi yang diperlukan.

Kesiapan implementasi B30 ini juga dilakukan oleh produsen Hino, di mana mereka melakukan inovasi pada fuel system truck dan bus dengan memperbesar kapasitas fuel filter serta menyiapkan option fuel strainer dan mengubah bahan pelapis pada fuel tank dan piping untuk meningkatkan daya tahan kendaraan terhadap penggunaan B30 di unit truk dan bus Hino terbaru.

BERI KOMENTAR