HOME » BERITA » BAHAYA PAKAI HEADSET SAAT NYETIR, MULAI DITILANG SAMPAI SEBABKAN TUMOR

Bahaya Pakai Headset Saat Nyetir, Mulai Ditilang Sampai Sebabkan Tumor

Kamis, 14 Maret 2019 16:15 Editor : Dini Arining Tyas
Ilustrasi (Daihatsu Indonesia)

OTOSIA.COM - Keselamatan saat berkendara adalah nomor satu. Bukan hanya untuk diri sendiri tapi untuk orang lain. Maka itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Seperti, memakai headset saat berkendara. Terlihat sepele memang, karena berkendara sambil mendengarkan lagu atau suara lainnya melalui headset sangat berisiko, seperti dikutip dari laman Daihatsu Indonesia.

Pertama, bisa menurunkan konsentrasi. Padahal menyetir butuh konsentrasi tinggi, sebab mengemudi itu mengendailkan seluruh anggota tubuh, termasuk tangan dan kaki utnuk mengoperasikan komponen kendaraan.

Kedua, bisa mengurangi refleks. Jika sedang mendengarkan musik yang cenderung membuat adrenalin naik atau sebaliknya mendengarkan musik mellow hingga mengingat kenangan tak menyenangkan, bisa membuat fokus terbagi.

Ketiga, bisa ditilang polisi. Yap, mendengarkan musik saja sudah diatur dalam Undang-undang lho. UU Nomor 22 Tahun 2009, berisi tentang larangan mendengarkan musik saat mengendarai kendaraan bermotor.

Pada pasal 283 yang berbunyi, Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).

Keempat, pakai headset bisa menyebabkan kecelakaan. Tapi yang lebih parah bisa menyebabkan tumor. Dalam penelitian yang dilakukan ilmuwan Israel, dalam American Journal of Epidemiology menyebutkan bahwa setidaknya 402 orang mengalami tumor dalam kondisi sedang, sementara 56 lainnya termasuk dalam kategori kanker ganas.

Melalui radiasi headset yang mengalir lewat sambungan gadget berisiko mengembangkan tumor pada parotid gland (kelenjar liur) yang terletak di mulut denga posisi dekat telinga. Penelitian tersebut mengatakan bahwa bidang elektromagnetik yang dipancarkan secara terus-terusan akan membuat sel tubuh bereaksi berlebihan.

 (kpl/tys)

BERI KOMENTAR