HOME » BERITA » BANYAK MOTOR TERTINGGAL SAAT DEMO, PEMILIK BISA CEK KEBERADAANNYA DI POLDA METRO

Banyak Motor Tertinggal Saat Demo, Pemilik Bisa Cek Keberadaannya di Polda Metro

Banyak motor yang tertinggal saat demo rusuh tolak RUU Cipta Kerja

Kamis, 15 Oktober 2020 16:45 Editor : Ahmad Muzaki
Banyak Motor Tertinggal Saat Demo, Pemilik Bisa Cek Keberadaannya di Polda Metro
Motor yang Tertinggal di Lokasi Demo. ©2020 Merdeka.com

OTOSIA.COM - Demo berujung bentrok terhadap penolakan RUU Cipta Kerja terjadi di sekitaran Istana Negara pada Selasa, 13 Oktober 2020 kemarin. Terlepas dari insiden itu, ternyata ada cukup banyak sepeda motor yang teringgal di lokasi kejadian.

Melansir Merdeka.com, Kasat Patwal Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Argo Wiyono, mengatakan ada 69 unit motor tertinggal di lokasi demo dan saat ini sudah dititipkan di Polda Metro Jaya.

"Kami menemukan banyak sepeda motor yang diparkir di seputaran Patung Kuda dan Kedubes AS dan beberapa ada di seputaran Sarinah pada saat terjadinya aksi kerusuhan pada Selasa 13 Oktober malam," kata dia di Polda Metro Jaya, Kamis (15/10).

"Jadi ada saat itu atas perintah pimpinan motor itu kami amankan, kami bawa ke Polda jumlahnya kurang lebih ada 69 kendaraan roda dua," ujar dia.

1 dari 2 Halaman

Argo menyebut, dari 69 unit motor, sebanyak 25 di antaranya telah diambil kembali oleh pemiliknya. Dia mempersilakan bagi siapapun yang merasa kehilangan kendaraan roda dua saat berada di lokasi demo untuk mengecek langsung ke Polda Metro Jaya.

Argo menjelaskan, mereka yang ingin mengambil motor-motor itu tinggal menunjukkan bukti-bukti kepemilikan seperti STNK dan BPKB. Pemilik juga diwajibkan membayar denda sebagaimana yang dijelaskan dalam Pasal 283 ayat 3 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

"Ada prosedur dan tata cara yang harus dipenuhi misalnya kelengkapan surat-surat dan tetap kita tilang. Mereka membayar uang denda sebesar Rp 250 ribu," ucap dia.

2 dari 2 Halaman

Dalam hal ini, untuk mengetahui kemungkinan pemilik kendaraan terlibat kerusuhan, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan Ditreskrimum.

"Ada beberapa yang kami koordinasikan dengan jajaran reskrim karena terindikasi peserta aksi. Rata-rata semua pelat B Jakarta," jelas dia.

BERI KOMENTAR