HOME » BERITA » BANYAK YANG TAK BAWA SIKM, 1.792 PEMUDIK DARI WONOGIRI KEMBALI KE JABODETABEK

Banyak yang Tak Bawa SIKM, 1.792 Pemudik dari Wonogiri Kembali ke Jabodetabek

Hampir dua ribu orang meninggalkan Wonogiri menggunakan bus melalui terminal Giri Adipura menuju Jabodetabek pada arus balik Lebaran

Sabtu, 30 Mei 2020 11:15 Editor : Dini Arining Tyas
Banyak yang Tak Bawa SIKM, 1.792  Pemudik dari Wonogiri Kembali ke Jabodetabek
Suasana di Terminal (Ilustrasi/Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Ribuan pemudik mulai kembali ke Jabodetabek. Meski begitu, ada syarat wajib yang harus mereka patuhi, yakni memiliki Surat Izin Keluar Masuk atau SIKM.

Kalau tak punya? Petugas akan dengan senang hati meminta mereka kembali ke tempat asal. Tapi rupanya, ada pemudik yang masih mencoba peruntungannya kembali ke Jakarta tanpa SIKM.

Seperti para pemudik dari Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Dilansir dari Merdeka.com, sejak 21 Mei 2020 hingga 28 Mei 2020 sudah ada 1.792 pemudik kembali ke Jabodetabek melalui terminal bus Terminal Induk Tipe A Giri Adipura Wonogiri.

1 dari 2 Halaman

Kepala Terminal Induk Tipe A Giri Adipura Wonogiri, Agus Hasto Purwanto menuturkan, pergerakan arus balik warga dari Wonogiri terlihat sejak 24 Mei 2020. Di hari pertama Lebaran 2020 itu ada 127 orang meninggalkan Wonogiri menuju Jabodetabek.

Lalu pada 25 Mei 2020, jumlah pemudik yang menuju Jabodetabek dari Wonogiri semakin banyak 365 orang. "Puncak arus balik Lebaran terjadi pada tanggal 27 Mei kemarin, dengan jumlah 483 orang," rincinya.

Kemudian, lanjut dia, jumlah warga yang melakukan perjalanan balik Lebaran turun menjadi 244 orang pada tanggal 28 Mei. Pemudik yang kembali ke daerah perantauan Jabodetabek banyak yang hanya membawa surat keterangan sehat dari Desa atau Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri.

2 dari 2 Halaman

"Banyak yang hanya membawa surat dari desa atau dinkes. Padahal, untuk bisa masuk Jakarta harus membawa SIKM (Surat Izin Keluar Masuk). Saya kurang tahu apakah mereka bisa masuk Jakarta atau disuruh putar balik," tandasnya.

Lebih lanjut Agus menyampaikan, arus balik Lebaran tahun ini turun drastis akibat pandemi Covid-19. Meskipun tidak banyak warga yang kembali ke daerah perantauan, protokol kesehatan bagi penumpang masuk terminal tetap diberlakukan dengan ketat.

"Kami tidak melakukan pengecekan surat sehat pada setiap penumpang yang masuk terminal karena tidak ada perintah dari pimpinan," pungkas dia.

BERI KOMENTAR