HOME » BERITA » BARU SEBULAN DIBELI, SETIR MOBIL TESLA MODEL 3 COPOT

Baru Sebulan Dibeli, Setir Mobil Tesla Model 3 Copot

Mobil Tesla Model 3 yang baru dibeli selama satu bulan mengejutkan pemiliknya. Setir mobil Tesla Model 3 lepas saat dipakai.

Rabu, 13 Mei 2020 20:45 Editor : Dini Arining Tyas
Baru Sebulan Dibeli, Setir Mobil Tesla Model 3 Copot
Setir Tesla Model 3 lepas (Twitter/Jason Tuatara)

OTOSIA.COM - Cacat produksi pada unit Tesla bukan baru kali ini terjadi. Bulan lalu, pemilik mobil Tesla Model Y mengaku menemukan beberapa cacat fisik pada mobil yang baru dia terima.

Seperti goresan pada velg dan panel interior, headliner yang terlihat murah, dan kait yang rusak. Cacat pabrik ini juga rupanya dialami oleh seseorang yang baru saja mendapatkan unit Tesla Model 3.

Dilansir dari Carbuzz, setelah menunggu berbulan-bulan Jason Tuatara akhirnya menadpatkan Tesla Model 3 pada 20 Maret 2020. Terlepas dari konsisi lockdown akibat pandemi virus Corona (COVID-19), Tautara yang tinggal di Blackpool, Inggris itu memutuskan untuk memakainya sebentar, pada 26 April 2020.

Tapi insiden mengejutkan terjadi saat mobil listrik itu dipakai. Setir mobil tiba-tiba copot. Kabar baiknya tak ada yang terluka dan Tuatara berhasil menepikan dan mengentikan mobil.

1 dari 3 Halaman

Twitter/Jason Tuatara

Dia pun lantas menghubungi Tesla melalui Twitter dengan menyertakan foto-foto setir mobilnya. Tuatara juga menghubungi seseorang dari Tesla yang mengaku belum pernah menemui kasus seperti ini.

"Wanita itu mengatakan dia belum pernah mendengar ini sebelumnya," kata Tuatara.

 

2 dari 3 Halaman

Lalu, dalam waktu 90 menit, mobil Tuatara diambil untuk diperbaiki. Sementara, Tuatara dipinjami Jaguar yang sudah berusia satu tahun sebagai mobil pengganti.

Dalam kurun waktu 24 jam, mobil Tesla Model 3 milik Tuatara selesai diperbaiki dan dikembalikan. Lalu apa yang sebenarnya terjadi?

"Tesla mengonfirmasi bahwa setir tidak terpasang pada bodi mobil dengan baut, dan mereka melihat itu terjadi pada tahap produksi. Kini lembaga di Inggris sedang melakukan penyelidikan penuh," jelasnya.

3 dari 3 Halaman

BERI KOMENTAR