HOME » BERITA » BBM JENIS PREMIUM SEHARUSNYA SUDAH DIHAPUS SEJAK 2005

BBM Jenis Premium Seharusnya Sudah Dihapus Sejak 2005

Seharusnya Premium sudah dihapus sejak 2005 silam, begini alasan lengkapnya

Jum'at, 04 Desember 2020 13:15 Editor : Ahmad Muzaki
BBM Jenis Premium Seharusnya Sudah Dihapus Sejak 2005
SPBU. ©2015 Merdeka.com

OTOSIA.COM - Pemerintah disarankan untuk segera menghapus penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan RON 88 atau sekelas Premium dalam waktu dekat. Hal ini diungkapkan oleh Ahli Bahan Bakar dan Pembakaran KK- Konversi Energi Institut Teknologi Bandung (ITB), Tri Yuswidjajanto Zaenuri.

Lebih lanjut, Tri menjelaskan bahwa seharusnya Premium sudah dihapus sejak 2005 silam, menyusul implementasi Euro 2 di Tanah Air.

"Rencana penghapusan Premium ini harus juga segera dilakukan pemerintah. Dan seharusnya sejak implementasi euro 2 di Indonesia pada 2005 tidak ada lagi kendaraan yang sesuai dengan BBM Premium RON 88," tuturnya dalam webinar bersama YLKI, Kamis (3/12).

1 dari 2 Halaman

Tri mengungkapkan, saat ini teknologi mesin pada seluruh kendaraan telah mengalami transformasi mengikuti regulasi atas emisi gas buang. Tujuannya agar emisi gas buang yang dihasilkan tidak melewati ambang batas (uji tipe) juga dalam rangka menekan polusi udara untuk kualitas kehidupan yang lebih baik.

"Karena jika tidak mengikuti anjuran pabrik untuk menggunakan bahan bakar dengan oktan tertentu akan berdampak buruk pada mesin. Sehingga, tenaga yang dihasilkan oleh mesin juga dapat berkurang, karena terjadi penumpukan karbon di ruang bakar.

2 dari 2 Halaman

Tak Sembarangan Isi BBM

Oleh sebab itu, pengendara kendaraan bermotor disarankan untuk tak sembarangan dalam mengisi BBM. Sebab setiap kendaraan memiliki spesifikasinya sendiri-sendiri sesuai dengan kapasitas mesinnya.

"Sehingga, keuntungan menggunakan BBM sesuai rekomendasi pabrik dengan nilai RON lebih baik akan baik bagi mesin. Sehingga performa mesin lebih bagus dan pengeluaran perbaikan kendaraan juga akan lebih rendah," terangnya.

Penulis: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR