HOME » BERITA » BBM TERMAHAL DI PAPUA, 169 SPBU HARGA SAMA DIBANGUN SELAMA 2018

BBM Termahal di Papua, 169 SPBU Harga Sama Dibangun Selama 2018

Sepanjang 2018 lebih dari 1100 SPBU dibangun dan harga BBM menjadi sama.

Senin, 31 Desember 2018 12:15 Editor : Cornelius Candra
SPBU Pertamina (Otosia.com/ Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Sepanjang tahun 2018, PT Pertamina (Persero) telah membangun 69 titik BBM Satu Harga pada daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) di wilayah Indonesia. Total sejak tahun 2017 sudah 123 titik BBM Satu Harga yang sudah berhasil dioperasikan Pertamina.

"Meskipun tahun 2018 target yang ditetapkan lebih banyak dibanding tahun 2017, dengan sinergi dan komitmen yang tinggi dari semua pihak, alhamdulillah, justru pencapainnya melebihi target," Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito.

Operasional BBM Satu Harga, lanjut Adiatma, tersebar di seluruh wilayah 3T mulai dari Pulau Sumatera, Jawa - Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua.

Titik BBM Satu Harga terbanyak berada di Papua sebanyak 28 titik, disusul Kalimantan (27 titik), Sumatera (24 titik), Nusa Tenggara (15 titik), Sulawesi (14 titik), Maluku (11 titik) dan Jawa – Bali (4 titik).

Pertamina menyalurkan BBM Satu Harga melalui berbagai moda transportasi baik mobil tangki, kapal laut, sampan hingga pesawat Air Tracktor khusus pengangkut BBM.

"Prinsipnya, kami berupaya untuk menyalurkan BBM ke daerah 3T secara kontinyu, sehingga saudara-saudara kita di seluru pelosok Tanah Air bisa merasakan BBM dengan harga yang sama dengan daerah lain," tegas Adiatma.

BBM Satu Harga telah mendorong aktivitas perekonomian di daerah 3T, karena masyarakat semakin mudah mendapatkan akses BBM.

Harga BBM di tiap pulau yang sebelumnya tinggi bekisar Rp 7.000 hingga Rp 100.000 per liter kini jauh menurun menjadi Rp 6.450 (premium) dan Rp 5.150 (solar).

Harga BBM di Pulau Sumatera dan Kalimantan sebelumnya berada di kisaran Rp 8.000 hingga Rp 40.000 per liter, di Maluku antara Rp 8.000 hingga Rp 17.000, Sulawesi antara Rp 8.000 hingga Rp 25.000, Nusa Tenggara antara Rp 8.000 hingga 9.500 serta tertinggi Papua antara Rp 15.000 – Rp 100.000.

"BBM Satu Harga telah mendorong efisiensi biaya transportasi, harga barang-barang juga menurun sehingga pertumbuhan ekonomi di wilayah semakin menggeliat, karena BBM adalah energi bagi pergerakan ekonomi masyarakat," tukas Adiatma.

Pertamina ditargetkan mendirikan lembaga penyalur BBM Satu Harga di 150 titik selama 3 tahun dari 2017– 2019. Pada 2017 ditargetkan 54 lokasi, 2018 sebanyak 67 lokasi dan 29 lokasi pada 2019.

"Tahun depan, insya Allah target BBM Satu Harga juga akan kita capai dengan baik, semoga juga bisa kembali melebih target," pungkas Adiatma.

(kpl/nzr/crn)

BERI KOMENTAR