HOME » BERITA » BEBAN NEGARA BERAT AKIBAT VIRUS CORONA COVID-19, KEMENKEU WACANAKAN POTONG THR PNS

Beban Negara Berat Akibat Virus Corona COVID-19, Kemenkeu Wacanakan Potong THR PNS

Kementerian Keuangan mewacanakan adanya pilihan pembayaran THR dan gaji ke-13 untuk Aparatur Sipil Negara (ASN).

Senin, 06 April 2020 20:30 Editor : Dini Arining Tyas
Beban Negara Berat Akibat Virus Corona COVID-19, Kemenkeu Wacanakan Potong THR PNS
Ilustrasi THR PNS (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Pandemi virus Corona COVID-19 berimbas pada segala aspek. Akibatnya beban negara pun semakin besar.

Terkait hal itu, dilansir dari Liputan6.com, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah melakukan beberapa pertimbangan terkait pembayaran gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengtakan, pembayaran keduanya telah dikaji secara luas oleh pemerintah bersaa dengan Presiden Joko Widodo. Mengingat, anggaran negara sudah digelontorkan kepada duia usaha serta bantuan sosial untuk meredam ampak virus corona.

"Kami bersama Presiden Joko Widodo meminta kajian untuk pembayaran THR dna gaji ke-13 apakah perlu dipertimbangkan lagi mengingat beban negara yang meningkat," ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama komisi XI DPR, di Jakarta, Senin (6/4/2020).

1 dari 2 Halaman

Lebih lanjut, penerimaan negara pun diproyeksi akan mengalami penurunan di tengah pandemi virus Corona COVID-19. Maka itu, pihaknya tengah membahas scara serius apakah kemungkinan pembayaran keduanya bisa ditunda atau dengan opsi lain.

Mengingat Bendahara Negara itu tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai skema pembayaran gaji ke-13 dan THR kepada ASN apakah bakal dipangkas besarannya atau ditunda penyalurannya.

2 dari 2 Halaman

Menteri Keuangan Sri Mulyani (Liputan6.com)

Sebelumnya, Sri Mulyani juga mengatakan jika terjadi pelebaran defisit, maka secara otomatis akan mengubah postur APBN secara keseluruhan. Di mana outlook pendapatan engara akan terkoreksi menjadi Rp 1.760,9 triliu atau lebih rendah jika dibandingkan posisi APBN 2020 yang sebesar Rp 2.233,2 triliun.

Sementara posisi belanja negara justru mengalami peningkatkan. Dari posisi APBN sebesar Rp 2.540,4 triliun, outlook terhadap belanja negara bisa menjadi Rp 2.613,8 triliun. 

"Dengan posisi tersebut maka outlook defisit bisa mencapai Rp 853,0 triliun (5,07 persen dari PDB)," kata Sri Mulyani.

BERI KOMENTAR