HOME » BERITA » BEGINI ASAL MULA BAJAJ HINGGA JADI TRANSPORTASI UMUM DI JAKARTA

Begini Asal Mula Bajaj hingga Jadi Transportasi Umum di Jakarta

Begini sejarah singkat dari angkutan Bajaj

Senin, 20 Juli 2020 13:15 Editor : Ahmad Muzaki
Begini Asal Mula Bajaj hingga Jadi Transportasi Umum di Jakarta
Bajaj (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Berkunjung ke Jakarta Otolovers tak hanya akan disuguhkan gedung-gedung tinggi, tetapi juga kepadatan kendaraan. Bisa dibilang, kemacetan sudah menjadi hal wajar di sana.

Salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan adalah dengan memperbanyak angkutan umum. Di tengah moda tranportasi yang makin beragam tersebut, Bajaj pun menolak punah.

Ya, angkutan yang sudah lama hilir mudik di jalanan Jakarta itu masih tetap eksis hingga sekarang.

Di balik itu semua, sebenarnya bagaimana asal muasal dari Bajaj? Selengkapnya, simak ulasan berikut yang dilansir dari laman Jakarta.go.id.

1 dari 5 Halaman

Impor dari India

Liputan6.com

Perlu diketahui, Bajaj merupakan kendaraan yang diimpor dari India dan mulai masuk Jakarta pada tahun 1975. Meski demikian, onderdilnya sudah ada di dalam negeri, yakni diproduksi di Tegal, Jawa Tengah.

2 dari 5 Halaman

Bodi Bajaj

Merdeka.com

Desain Bajaj mungil dan unik. Di balik itu ternyata secara teknis kendaraan roda tiga ini memakai struktur dari Vespa yang kemudian dimodifikasi.

Bahan bodinya 60% terbuat dari metal drum dan 40% terpal untuk bagian atap.

3 dari 5 Halaman

Performa Bajaj

Merdeka.com

Berukuran kecil membuat Bajaj mudah dalam melewati kemacetan ibukota. Performanya pun cukup mendukung, dengan kecepatan maksimal hingga 70 km/jam.

4 dari 5 Halaman

Sistem Transaksi

Merdeka.com

Terkait transaksi, Bajaj tak jauh berbeda dengan ojek konvensional. Sopir dan penumpang akan melakukan tawar-menawar ongkos perjalanan.

Biasanya hal itu tergantung jarak tempuh, berat barang bawaan, hingga kepadatan lalu lintas yang terjadi.

5 dari 5 Halaman

Mulai Tersisih

Merdeka.com

Bajaj sudah sangat lama menjadi transportasi di Jakarta. Karena termakan usia dan zaman, sejak tahun 2000-an, pemerintah DKI berencana menggantinya dengan kendaraan sejenis bernama Kancil yang merupakan produksi PT Dirgantara Indonesia.

BERI KOMENTAR