HOME » BERITA » BEGINI CARA AKTIFKAN STNK YANG DIBLOKIR

Begini Cara Aktifkan STNK yang Diblokir

STNK kendaraan bermotor yang terbukti melakukan pelanggaran akan otomatis diblokir. Lantas, bagaimana cara mengaktifkannya kembali?

Rabu, 05 Desember 2018 17:15 Editor : Cornelius Candra
Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan (RPPJ) portabel terpasang di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (4/10). Sistem tilang elektronik mengandalkan kamera pengintai atau CCTV untuk merekam pelanggar lalu lintas. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

OTOSIA.COM - Penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) atau tilang elektronik dengan kamera pengawas CCTV telah berlangsung selama kurang lebih 1 bulan. Selama periode tersebut, pihak kepolisian telah melakukan penindakan. Selain itu, terdata sebanyak 193 STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) kendaraan bermotor roda empat yang diblokir.

Lalu, dengan pemblokiran tersebut, apakah pemilik kendaraan bisa mengaktifkannya kembali?

Berdasarkan informasi dari Ditlantas Polda Metro Jaya dalam Liputan6.com, yang dilansir laman resmi NTMC Polri, adapun proses bagi pelanggar yang terdeteksi oleh kamera ETLE nantinya akan diverifikasi oleh petugas di TMC Polda Metro Jaya untuk memastikan validitas jenis pelanggaran.

Setelah itu, petugas akan mengirimkan surat konfirmasi ke alamat pemilik kendaraan melalui pos atau surat elektronik. Dalam surat konfirmasi ini akan dilampirkan foto bukti pelanggaran. Proses ini akan berlangsung selama 3 hari mulai dari hari pelanggaran terjadi.

Ketika sudah menerima surat konfirmasi, pemilik kendaraan wajib melakukan konfirmasi penerimaan lewat www.etle-pmj.info atau melalui aplikasi etle-pmj.

Pemilik dapat mengirimkan blangko konfirmasi ke posko ETLE di Subdit Gakkum Polda Metro Jaya dengan waktu konfirmasi yang diberikan selama 5 hari.

Melalui Metode konfirmasi pemilik kendaraan dapat melakukan klarifikasi siapa pelaku pelanggaran termasuk jika kendaraan sudah dijual ke pihak lain, tetapi belum melakukan proses balik nama.

Nah, bagi pemilik kendaraan yang tidak menyelesaikan denda hingga batas waktu yang ditentukan maka secara otomatis STNK diblokir sementara. Surat-surat kendaraan pelanggar akan kembali aktif, setelah pemilik melakukan pembayaran denda.

Pembayaran ini harus dilakukan paling lama 1 pekan setelah dikenakan tilang melalui bank BRI. Pelanggar harus memberi konfirmasi jika melakukan pelanggaran lalu lintas dengan menyertakan surat tilang berwarna biru sebagai buktinya, berikut kode virtual BRI.

Sumber: Liputan6.com

(kpl/crn)

BERI KOMENTAR