HOME » BERITA » BEGINI CARA PERIKSA DAN MENYETEL MOTOR KOPLING SECARA BERKALA

Begini Cara Periksa dan Menyetel Motor Kopling Secara Berkala

Memeriksa kopling sepeda motor secara rutin adalah salah satu cara menjaga performa dan membuat perpindahan gigi menjadi halus.

Selasa, 30 Juni 2020 11:15 Editor : Nazarudin Ray
Begini Cara Periksa dan Menyetel Motor Kopling Secara Berkala
Ilustrasi memeriksa kopling motor (Istimewa)

OTOSIA.COM - Sebagian masyarakat Indonesia menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi sehari-hari. Dengan begitu, motor harus rajin dirawat agar aman dan nyaman dikendarai, sehingga tidak mengganggu aktivitas keseharian.

Selain jenis matik, tidak sedikit yang memakai motor transmisi manual alias kopling. Berbeda dengan skutik, motor kopling punya teknologi pengembangan bernama assist clutch yang berfungsi untuk menghilangkan power loss, dan slipper clutch yang berfungsi untuk mencegah roda belakang tergelincir atau slip ketika menurunkan gigi secara ekstrem.

Dalam perkembangannya, kopling memiliki beberapa prinsip dasar atau basis yang harus diketahui dan tidak boleh dilupakan, yaitu secara prinsip dan cara kerja, komponen dasar, dan cara perawatan kopling di sepeda motor. Untuk kopling harus rajin-rajin diperiksa dan disetel secara berkala.

1 dari 3 Halaman

Langkah pertama bisa dilakukan dengan memastikan jarak main bebas pada handle kopling harus selalu berada pada kisaran 10-20 mm.

"Cara penyetelannya dengan melonggarkan mur pengunci, kemudian putar mur penyetel sampai dapat standar jarak main bebas, dan terakhir kencangkan mur pengunci," buka Ade Rohman, Technical Service Sub Dept. Head PT Daya Adicipta Motora.

Untuk melakukan penyetelan bagian bawah dekat mesin dimulai dengan melonggarkan mur pengunci, putar mur penyetel sampai mendekati standar jarak main bebas, kencangkan mur pengunci dan lakukan penyetelah pada sisi atas dekat handle kopling untuk mendapatkan standar jarak main bebas.

 

2 dari 3 Halaman

"Selanjutnya, pastikan kabel kopling bisa bekerja dengan normal, tidak ada serabut kabel yang rusak, terjepit, routing kabel sesuai standar, dan kabel dapat bergerak dengan bebas saat handle kopling ditekan," ujar Ade.

Pemeriksaan bisa juga menggunakan feeling pengendara. Jika kopling sudah berada di setelan yang normal maka akan muncul gejala saat pengendara melakukan perpindahan gigi. Biasanya akan terasa mulus dan tuas kopling yang dilepaskan secara berangsur maka membuat transmisi menyalurkan tenaga ke roda secara bertahap dengan baik atau tidak terasa selip.

 

3 dari 3 Halaman

Namun, jika kopling sudah aus, gejala yang akan timbul mulai dari saat melakukan perpindahan gigi tidak bisa dilakukan dengan mulus, saat akselerasi terasa selip, sepeda motor terasa kurang tenaga, dan bahkan oli mesin menjadi cepat berubah warna atau kotor.

Setelah melakukan penyetelan kopling, lakukan pemeriksaan dengan meletakkan kendaraan dalam keadaan kondisi standar tengah. Kemudian hidupkan mesin, tekan handle kopling serta masukan ke gigi 1 dan lakukan pemeriksaan roda belakang sepeda motor.

"Kopling motor yang normal adalah ketika kopling ditekan penuh, roda belakang tidak berputar. Sedangkan saat kopling ditekan setengah, roda belakang mulai berputar secara perlahan dan ketika kopling dilepas penuh roda belakang akan berputar," pungkas Ade.

BERI KOMENTAR