HOME » BERITA » BEGINI EFEK CAMPUR-CAMPUR BBM DI KENDARAAN

Begini Efek Campur-Campur BBM di Kendaraan

Pengguna kendaraan bermotor di Indonesia setidaknya memiliki empat sampai lima merek bahan bakar minyak. Lalu, bagaimana efeknya untuk kendaraan jika merek tersebut dicampur?

Senin, 01 Juli 2019 15:15 Editor : Ahmad Muzaki
Begini Efek Campur-Campur BBM di Kendaraan
Ilustrasi pengisian BBM (autoexpert.com.au)

OTOSIA.COM - Pengguna kendaraan bermotor di Indonesia setidaknya memiliki empat sampai lima merek bahan bakar minyak. Masing-masing menawarkan bahan bakar minyak atau BBM dengan beragam formula.

Seiring itu, di masyarakat berkembang pemahaman untuk mengantisipasi tindakan gonta-ganti BBM di kendaraannya.

Andreas Schaefer, scientist bahan bakar Shell, pun menjelaskan bagaimana apakah terdapat efek negatif dari tindakan tersebut.

"Jika kita mencampur beberapa merek bahan bakar di dalam tangki, tidak akan ada dampak negatif pada kendaraan," kata dia.

Meski demikian, Andreas menekankan bahwa hal itu bukan tidak memberikan pengaruh sama sekali, terutama dalam hal kualitas BBM-nya.

"Bagaimanapun ketika kita mencampur berbagai merek bahan bakar ke kendaraan, maka kita tidak akan mendapatkan keunggulan dari satu merek bahan bakar secara utuh," ujarnya.

Misalnya jika kita memakai 50 persen Shell, lalu 50 persen dari merek lain, maka kita tidak akan merasakan keunggulan secara utuh dari Shell.

"Jadi tidak akan ada dampak negatif, dengan catatan dalam penggunaan secara normal," kata dia.

1 dari 1 Halaman

Kenapa Harga BBM Tiap Merek Beda?

Begini Efek Campur-Campur BBM di KendaraanKenapa Harga BBM Tiap Merek Beda?

Di Indonesia saat ini setidaknya ada 3 merek SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) yang beroperasi, yaitu PT Pertamina (Persero), PT Shell Indonesia, dan PT Total Oil Indonesia.

Bila dilihat dari sisi harga, ketiga operator tersebut memiliki harga berbeda meski Research Octane Number (RON) yang terkandung sama.

Lalu apa benang merah operator menentukan harga BBM di Indonesia?

Menanggapi hal tersebut, Ratna Anggraini, Fuel Marketing Manager Shell Indonesia dalam Liputan6.com mengatakan salah satu faktor utama harga Bahan Bakar Minyak (BBM) ialah harga minyak dunia.

"Kalau dari sisi harga kita itu mengikuti harga minyak dunia. Jadi kalau kita mengamati harga minyak dunia itu kan naik turun. Itu yang tercermin dari perubahan-perubahan harga kita. Kalau misalnya di Shell reguler, Super, V-Power itu harganya sudah merefleksikan harga minyak dunia," katanya di Tanah Abang, Jakarta.

Tak hanya itu, Ratna juga menegaskan pengeluaran terkait distribusi BBM juga berpengaruh pada harga BBM di Indonesia.

"Sebetulnya ongkos distribusi itu menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pricing," ujarnya.

Khusus Shell, sumber terkait BBM ialah dari negara Singapura. Dari sana nantinya akan ada kapal yang membawa ke terminal Tanjung Priok.

"Jadi kita memang mengambil sumbernya itu dari Singapura, kemudian dari Singapura dibawa dengan kapal dibawa ke terminal, kalau disini itu ada di Tanjung Priok. Dari terminal akan didistribusikan ke masing-masing SPBU kita. Jadi tidak terlalu banyak prosesnya," ujar Ratna.

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR