HOME » BERITA » BEGINI KESAKSIAN SOPIR AMBULANS YANG DIHALANGI MOBIL KIJANG, PADAHAL BAWA PASIEN KRITIS

Begini Kesaksian Sopir Ambulans yang Dihalangi Mobil Kijang, Padahal Bawa Pasien Kritis

Pengendara mobil Kijang halangi ambulans yang sedang melintas, padahal sedang membawa pasien kritis

Selasa, 18 Agustus 2020 10:15 Editor : Ahmad Muzaki
Begini Kesaksian Sopir Ambulans yang Dihalangi Mobil Kijang, Padahal Bawa Pasien Kritis
Mobil Ambulans yang Dihalangi Kijang di Jalanan Garut. ©2020 Merdeka.com/Mochammad Iqbal

OTOSIA.COM - Pengendara bandel yang nekat halangi laju ambulans yang melintas memang bikin geram, seperti kejadian yang dialami ambulans dari Puskesmas Leles ke RSUD dr Slamet Garut.

Kendaraan yang tengah membawa pasien kritis yang membutuhkan penanganan cepat itu harus terhambat karena ada mobil jenis kijang yang terus menghalangi.

Melansir Merdeka.com, Damis Sutendi (56), sopir ambulans menceritakan kejadian pada 14 Agustus lalu. Saat itu, dia harus membawa dengan cepat pasien dalam kondisi koma akibat benturan di kepala saat jatuh.

"Sebelum dibawa memang sudah dalam kondisi koma sehingga butuh penanganan cepat," ungkapnya kepada wartawan, Senin (17/8).

1 dari 5 Halaman

Damis bergegas menyalakan mesin ambulans untuk mengantarkan pasien ke RSUD dr Slamet Garut. Sejumlah relawan ikut memberikan pengawalan ambulans yang dibawanya.

"Memang awalnya lancar saja walau kondisi arus lalu lintas cukup ramai. Pas sampai di kawasan Pasir Bajing, Kecamatan Banyuresmi, ada satu mobil kijang yang ada di depan tidak mau memberikan jalan. Dia malah ada di depan aja terus walau relawan yang mengawal menggunakan motor sudah minta agar ke pinggir sebentar. Yang ada dia terus aja menggeber kendaraannya, jadinya ya kita terhambat," ungkapnya.

2 dari 5 Halaman

Lebih lanjut, Damis pun menceritakan bahwa penghambatan terjadi sampai kawasan Tarogong. Pengendara Kijang yang nekat tadi berhasil dipepet paksa oleh relawan hingga ke pinggir jalan.

Akhirnya, Damis bisa memacu laju ambulans hingga ke RSUD dr Slamet Garut dengan selamat. Meskipun perjalanannya harus terlambat beberapa menit.

"Biasanya untuk sampai ke RSU dari Leles ini 10 menitan saja. Karena sempat terhambat, jadinya membutuhkan waktu lebih dari 15 menit. Jadinya kehilangan 5 menit yang berharga untuk memberikan tindakan kepada pasien," katanya.

3 dari 5 Halaman

Setelah tiba di rumah sakit, pasien yang dibawa Damis pun langsung mendapatkan tindakan medis. Namun baru beberapa menit, pasien tadi dinyatakan meninggal dunia.

Damis sangat menyesalkan adanya kejadian menghambat laju ambulans. Dia heran ulah sopir mobil kijang yang enggan memberikan jalan meski berulang kali diingatkan ambulans sedang membawa pasien.

"Ke depannya jangan sampai lagi lah ada kejadian seperti ini (menghalangi ambulans). Kalau ada ambulans yang sedang membawa pasien, kendaraan yang di depan ke pinggir saja, beri jalan agar pasien dapat mendapatkan tindakan dengan cepat dan tepat," tutupnya.

4 dari 5 Halaman

Polisi Selidiki

Pihak kepolisian Resor Garut, melalui Satuan lalulintas Polres Garut sedang menyelidiki insiden mobil kijang menghalangi ambulans yang membawa seorang pasien kritis. Kepala Satuan Lalulintas Polres Garut, AKP Asep Nugraha, mengatakan informasi awal jika mengacu pada pelat kendaraan tersebut dari wilayah Sumedang.

"Kita lagi sidik setelah kita menerima informasi tersebut. Anggota sudah diturunkan untuk mencari pengemudi. Kalau informasi awal dari plat nomor kendaraan, memang mobilnya ini dari wilayah Sumedang," ujarnya, Senin (17/8).

5 dari 5 Halaman

Asep menyebut, kondisi di jalanan sesuai dengan apa yang diceritakan oleh pengunggah status di akun media sosial Facebook dan dipastikan pengemudi kijang menyalahi aturan. Sebab ambulans sedang membawa orang sakit, bahkan kondisinya kritis.

Mobil ambulans membawa pasien harus diprioritaskan dan wajib didahulukan. "Atas kondisi itu, pengemudi kijang melanggar 287 ayat 4 Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Ada sanksi denda atau kurungan bagi yang melanggarnya," sebutnya.

Selanjutnya Asep memastikan pihaknya akan terus berupaya untuk mencari pengendara Kijang tadi. Dirinya juga berjanji akan menginformasikan ke masyarakat jika pelaku penghalangan ambulans tadi sudah ditemukan.

BERI KOMENTAR