HOME » BERITA » BEGINI PENGARUH POSISI DAN BOBOT RIDER MOTOGP SAAT BALAPAN

Begini Pengaruh Posisi dan Bobot Rider MotoGP Saat Balapan

Selasa, 02 Januari 2018 10:15 Editor : Fajar Ardiansyah
Infografis MotoGP (foto: Twitter MotoGP)

OTOSIA.COM - Sebagian besar atlet dan para olahragawan di seluruh dunia rata-rata memiliki postur tubuh yang besar, dan berotot. Sebagai contoh saja, atlet sepakbola secara subjektif memiliki tinggi ideal 180 cm untuk standar Amerika Serikat saja. Hal ini tentu dilakukan untuk mendapatkan performa yang terbaik demi performa tim.

Tapi ternyata tak semua olahraga dan kompetisi membutukan kondisi fisik yang sedemikian impresif. MotoGP contohnya, justru lebih banyak diisi oleh para pembalap dengan tinggi tubuh yang terkesan pendek bahkan untuk ukuran orang Indonesia sekalipun. Ambil saja contoh Dani Pedrosa yang bahkan hanya setinggi 1.58 meter!

Ternyata akun Twitter dari MotoGP memberikan sedikit analisa mengapa tinggi tubuh tidak berpengaruh pada performa. Dan yang lebih mempengaruhi performa adalah distribusi berat tubuh. Lewat infografisnya, disebutkan bahwa penyesuaian porsi 'menaruh' tubuh serta mencari sentral dari gravitasi jauh lebih berpengaruh daripada tinggi dan bobot tubuh.

Di samping itu, posisi tempat duduk dan footstep para rider juga sangat mempengaruhi kecepatan serta kegesitan dalam berkendara. Hal ini berkaitan dengan mengalirnya aerodinamika supaya tidak ada tahanan (resistensi) yang berlebih saat rider melakukan akselerasi. Nah, biar lebih jelas mari disimak video dari MotoGP berikut, Gengs!

(kpl/fjr)

BERI KOMENTAR