HOME » BERITA » BEGINI RASANYA MENJAJAL DATSUN CROSS CVT DI YOGYAKARTA

Begini Rasanya Menjajal Datsun Cross CVT di Yogyakarta

Beberapa waktu lalu, Otosia sempat melakukan uji jalan Datsun Cross melalui media test drive di Yogyakarta. Kota Yogyakarta dipilih Datsun lantaran bentang alamnya menawarkan berbagai tantangan untuk menguji kemampuan crossover yang baru meluncur Januari lalu ini.

Minggu, 06 Mei 2018 17:45 Editor : Cornelius Candra
Foto: Istimewa

OTOSIA.COM - Beberapa waktu lalu, Otosia sempat melakukan uji jalan Datsun Cross melalui media test drive di Yogyakarta. Kota Yogyakarta dipilih Datsun lantaran bentang alamnya menawarkan berbagai tantangan untuk menguji kemampuan crossover yang baru meluncur Januari lalu ini.

Memulai perjalanan dari Yogyakarta, saya sempat ragu Datsun Cross dengan Continuous Variable Transmission (CVT) akan memberikan kenyamanan berkendara. Soalnya, dengan tinggi badan 170 cm, saya cukup kesulitan mendapatkan posisi berkendara yang nyaman. Hal ini disebabkan karena dua setingan Cross yang menurut saya sedikit mengusik, yaitu kemudi yang tidak bisa diatur ketinggiannya dan sudut kemiringan tuas transmisi.

Posisi kemudi Cross saya rasakan berada terlalu tinggi. Karena tidak bisa diatur ketinggiannya, saya harus memajukan posisi tempat duduk agar dapat menjangkaunya.

Masalahnya, jika jok dimajukan, kaki akan sedikit menekuk bahkan hampir menyentuh dashboard. Selain itu, karena posisi tuas transmisi yang miring, menyulitkan saya dalam mengoperasikan tuas transmisi. Soalnya, lengan bawah akan terpentok dengan jok akibat sedikitnya ruang antara tuas transmisi dengan jok. Hal ini mungkin akan berbeda apabila sudut tuas transmisinya dibuat menjadi sedikit mendatar.

Meski begitu, jok Cross terasa sangat nyaman karena tebal. Hal ini juga dirasakan di baris kedua. Hanya saja untuk baris kedua tidak ada ruang untuk meletakkan botol minum. Cupholder untuk baris kedua tersedia di konsol tengah di belakang rem tangan. Namun, jumlah sendiri hanya satu.

Terlepas dari itu, performa Cross saya rasa sangat baik. Menuju Pantai Ngadong di selatan Yogyakarta, saya disajikan rute dengan berbagai tantangan, mulai dari jalan berkelok, elevasi yang berbeda secara signifikan dan kondisi rusak. Rute ini benar-benar menguji performa mesin dan CVT milik Cross. Mesin HR12DE berkapasitas 1.200cc yang telah disesuaikan tenaganya dengan spesifikasi CVT saya rasa cukup untuk mendorong kendaraan. Performa CVT pun terbilang cukup responsif, meskipun saya harus sedikit memainkan pedal gas agar mendapatkan dorongan yang tepat.

Saya pun cukup terpukau dengan kestabilan Cross baik saat bermanuver. Saat melibas jalan dengan tikungan tajam pada kecepatan sekitar 60 km/jam, bodi Cross tak membuang, bahkan terasa sangat stabil dan mantap. Perpaduan antara suspensi baru dan tekologi Vehicle Dynamic Control (VDC) yang disematkan ke dalam Cross berhasil memberikan pengalaman berkendara tersebut.

Hal yang sama juga dirasakan saat melewati jalan rusak. Setingan suspensi Cross saya rasa pas, karena mobil tak terasa mengayun ke atas dan bawah terlalu banyak ketika melewati jalan dengan kondisi tersebut.

Pengalaman berkendara dengan Cross semakin menarik karena kekedapannya. Datsun sendiri mengklaim telah menambah insulasi di beberapa titik untuk meningkatkan daya redam. Benar saja, suara ban atau kendaraan yang melintas di samping terdengar sangat tipis. Hanya suara raungan mesin bernada rendah yang terdengar jelas dan seksi ketika pedal gas diinjak dalam-dalam.

Memasuki malam hari, perjalanan dengan Cross semakin menyenangkan. Penerangan Cross terbilang luar biasa, soalnya warna kuning yang dipancarkan sedikit bercampur dengan warna putih. Sehingga memberikan kesan mewah.

Yang paling menarik adalah sistem multimedianya. Layar sentuh yang disematkan ke dalam Cross sangat mudah digunakan. Apalagi fitur radionya, di mana saya hanya perlu memainkan gambar tombol putar yang muncul di layar untuk mencari frekuensi.

(kpl/fid/crn)

BERI KOMENTAR