HOME » BERITA » BEGINI RASANYA TES SUV CANGGIH MITSUBISHI ECLIPSE CROSS

Begini Rasanya Tes SUV Canggih Mitsubishi Eclipse Cross

Simak impresi tim Otosia setelah menjajal Mitsubishi Eclipse Cross.

Senin, 03 Februari 2020 15:45 Editor : Cornelius Candra
Begini Rasanya Tes SUV Canggih Mitsubishi Eclipse Cross
Mitsubishi Eclipse Cross (Otosia.com/ Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Mitsubishi menantang awak media untuk menjajal produk baru andalan mereka, Outlander PHEV, Xpander Cross, dan Eclipse Cross. Mitsubishi memilih rute Surabaya-Banyuwangi sejauh lebih kurang 300 km. Kebetulan Otosia mendapat jatah Eclipse Cross transmisi otomatis, bersama 2 rekan media lainnya. Usai tiba di bandara Juanda, rombongan langsung tancap gas, menuju Lawang sekitar 50 an-km

Eclipse Cross sebagai mobil canggih memang butuh usaha sebentar untuk mengenalinya. Beberapa fungsi disajikan, apalagi mobil ini memiliki pilihan dua transmisi sekaligus, manual dan matic.

Namun apakah mobil secanggih itu yang menarik untuk dipakai jalan-jalan? Ini adalah pertanyaan penting sebab kendaraan crossover sejatinya dipakai untuk bertualang.

1 dari 3 Halaman

Kebetulan, jalur yang akan ditempuh memasukkan pula kawasan Bromo sebagai destinasi. Akan tetapi, tes diawali dengan melalui ruas tol demi ruas tol.

Bicara tol, gas pol memang jadi menu yang ditunggu-tunggu. Namun sedari awal kami sudah wanti-wanti mengenai regulasi baru. Seperti diketahui saat ini kita tidak bisa melaju lebih dari 100 km/jam atau nanti akan mendapat surat tilang.

Maka akselerasi pun dimulai. Setidaknya di kisaran 3.000 rpm dalam kondisi mobil sudah bergerak, tarikan akan langsung terasa. Kecepatan mobil saat jalur sarat kendaraan lain kami jajal di bawah 80 km/jam. Namun begitu kosong, tes yang bisa dimaksimalkan hanya 100 km/jam, mengingat aturan batas kecepatan di tol tidak mengijinkan lebih dari itu. Sudah pasti, ini karena turbo yang tertanam secara pabrikan di mesin.

2 dari 3 Halaman

Limbung-kah saat semburan turbo berperan hebat? Ini yang menarik dari kendaraan di jenis SUV turbo. Ground handling cukup oke. Rasa pede terjaga saat coba-coba menyalip. Sudah begitu, power steering-nya pun meyakinkan.

Urusan gas, Eclipse Cross sebenarnya menyediakan tarikan di pijakan pedal pada level mana pun. Dengan artian, mobil terasa nurut untuk urusan ini.

Apakah ada turbo lag? Nah di sini memang tergantung adaptasi. Dalam kondisi transmisi disetel ke matic, maka kita hanya mengandalkan pedal dan sisanya diserahkan pada komputer. Manakala lepas gas, untuk naik lagi seakan-akan ada sedikit lag.

3 dari 3 Halaman

Oleh karenanya saat memasuki area tanjakan, kami lebih mengandalkan set ke transmisi manual. Rasanya lebih pede dengannya, apalagi kami mesti melalui jalur-jalur sempit.

Sempat juga kami lupa untuk memindahkan setelan dari sport karena sebelumnya banyak melaju di tol. Efeknya, rasa SUV muncul sekalipun kadarnya tidak sebegitunya, terutama saat jalan yang dilalui kurang baik alias berlubang.

Pada intinya, ada harga ada rasa. Dengan banderol mulai dari Rp 481 juta, jelas kualitasnya tidak bisa disandingkan dengan yang di bawahnya. Saat ini, kami baru sampai di Pasuruan. Simak tes berikutnya.

BERI KOMENTAR