HOME » BERITA » BEGINI SEJARAH DAYTIME RUNNING LIGHT, FITUR KEKINIAN DI ERA MOBIL MODERN

Begini Sejarah Daytime Running Light, Fitur Kekinian di Era Mobil Modern

Apa Otolovers sudah tahu apa itu DRL dan fungsinya?

Senin, 08 Juni 2020 18:15 Editor : Ahmad Muzaki
Begini Sejarah Daytime Running Light, Fitur Kekinian di Era Mobil Modern
Lampu DRL Mobil (Istimewa)

OTOSIA.COM - Daytime Running Light atau DRL kini sudah menjadi fitur keselamatan umum di industri otomotif dunia di era modern. Lantas, apa Otolovers sudah tahu apa itu DRL, fungsi, dan mengapa jadi begitu penting ?

Sebelum membahas itu, ada baiknya mengetahui konteks popularitas DRL. Menurut laman powerbulbs.com, DRL menjadi populer di negara-negara Eropa sebelah utara pada 1970an. Di sana, cahaya matahari relatif sedikit, terutama di musim dingin.

Cahaya matahari yang tidak cukup membantu di siang hari, mengharuskan mobil menambah perangkat pencahayaan baru, tetapi yang berbeda dengan headlamp biasa. Maka, dibuatlah DRL, yang sederhananya, adalah fitur penerangan khusus di siang hari.

Riset menunjukkan, penambahan lampu sorot di siang hari ini, sejak 1970an, efektif mengurangi kecelakaan. Karena itu pula daytime running light cepat populer. Bahkan, lampu ini sempat dilarang dipakai di Amerika Serikat (AS), dan Inggris. Tapi toh pelarangan itu sementara.

1 dari 2 Halaman

Beda dengan Lampu Utama

Bahkan sejak 2011, di Eropa sana semua mobil baru harus dilengkapi dengan DRL. Berbeda dengan lampu utama biasa, sinar yang keluar dari DRL cukup redup. Namun begitu, DRL tetap dianggap mampu meningkatkan visibilitas, baik mengendara mobil ataupun pengguna jalan lain, termasuk para pejalan kaki.

Lampu DRL akan meredup secara otomatis ketika hari sudah malam dan lampu utama sudah dihidupkan. Dari segi jangkauannya, biasanya DRL berkisar antara 5-10 meter.

2 dari 2 Halaman

Aftermarket

Di Indonesia, selain sebagai standar, DRL juga dapat ditemukan dengan mudah di pasar aftermarket. Tapi yang jadi masalah, DRL aftermarket dengan pabrikan berbeda. DRL aftermarket kerap tidak punya fungsi meredup otomatis.

Dan juga terkadang sinarnya lebih kuat dari lampu utama. Jika demikian, hal ini justru akan membahayakan pengguna jalan lain. Bukan menyelamatkan, malah bikin celaka.

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR